Artikel Terbaru

Rekonsiliasi: Gereja Senantiasa Terbuka

Seorang umat tengah mengaku dosa.
[NN/Dok. HIDUP]
Rekonsiliasi: Gereja Senantiasa Terbuka
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comUmat cenderung mengaku dosa pada masa Adven dan Prapaskah. Padahal, Gereja terbuka sepanjang waktu untuk menerimakan sakramen ‘pemulih hubungan’ Allah dan manusia ini.

Romo Paulus Ranto Lumban Tobing SVD melepas kasula yang dikenakannya. Romo Ranto baru saja mempersembahkan Misa Harian pagi hari itu. Tetiba seseorang mendatanginya. “Mo, saya mau mengaku dosa.”

Romo Ranto mempersilakan orang itu menunggu di depan kamar pengakuan. Sejurus kemudian, Romo Ranto dan umat itu tenggelam dalam senyap ruang pengakuan. Romo Ranto adalah salah satu pastor rekan di Paroki St Bartolomeus Taman Galaxi, Bekasi. Tak jarang ia menerima permintaan umat untuk mengaku dosa usai Misa. “Kami terbuka ketika usai Misa Harian ada umat yang minta mengaku dosa.”

Dua Kali
Romo Ranto tak menampik, arus umat untuk menerima Sakramen Rekonsiliasi terpusat pada masa Prapaskah dan Adven. Pada dua masa itu, Paroki Taman Galaxi membagi jadwal pengakuan menurut Wilayah. Untuk Wilayah-wilayah yang jauh dari pusat Paroki, lanjut Romo Ranto, imam akan mendatangi dan menerimakan Sakramen Rekonsiliasi. Begitu pula bagi umat lanjut usia dan penyandang disabilitas, imam mendatangi mereka ke rumah. “Panitia Natal dan Paskah serta kelompok Legio Mariae mengkoordinasi tempat dan jadwal pengakuan dosa di Wilayah yang jauh.”

Guna memastikan semua umat bisa mengaku dosa selama masa Adven dan Prapaskah, Paroki menjadwalkan pengakuan dosa pada pukul 19.00-22.00. Pengaturan jadwal ini berlatar pada kondisi kesibukan umat Paroki Taman Galaxi. Wakil Ketua Dewan Paroki Harian (DPH) Taman Galaxi, Maria Monica Emmy Sri Hardjanti menjelaskan, banyak umat bekerja sebagai karyawan dan profesional yang dilanda kesibukan. “Kecuali untuk anak sekolah, mereka mendapat jadwal pagi hari,” ujar Emmy.

Bagi Emmy, Sakramen Rekonsiliasi itu tak hanya bermakna “dosa diampuni”, tapi juga disembuhkan. “Ini adalah momen yang sangat indah. Umat bisa secara langsung mengaku dosa di hadapan Allah yang hadir dalam diri imam. Begitu dikatakan ‘Dosamu diampuni’, di situlah ada perayaan syukur. Kita berdamai kembali dengan Allah. Kita merasakan kelegaan dan sembuh.”

Oma dua cucu ini, sekali dalam dua bulan menerima Sakramen Rekonsiliasi. Tak hanya itu, kala mengikuti retret, ia pasti akan mengaku dosa. Di Paroki Taman Galaxi, Emmy melihat, kesadaran umat akan pentingnya Sakramen Rekonsiliasi lumayan tinggi. “Pada Misa Harian, meski tidak banyak, saya sering melihat ada umat yang mengaku dosa,” cerita ibu dua anak ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*