Artikel Terbaru

Tuntutan Pembimbing Skripsi dan Orangtua

Tuntutan Pembimbing Skripsi dan Orangtua
Mohon Beri Bintang

Tak ada dosen pembimbing skripsi yang sempurna. Cobalah melihat apa saja standar penulisan skripsi di prodimu. Ketika tulisan-tulisanmu sesuai dengan standar penulisan di prodi, kamu dapat mengurangi masalah yang dimunculkan pembimbingmu. Saat tulisanmu sesuai standar penulisan di prodi, tetapi dosen pembimbing masih mempermasalahkan, tanyakanlah standar yang dipergunakan dosen itu.

Kebiasaanmu membawa kue atau mentraktirnya, menurut saya, tidak etis. Relasi dosen pembimbing dengan mahasiswa bimbingan adalah relasi ilmiah, jadi tak layak membawakan berbagai hal di luar pembicaraan ilmiah. Kamu bisa menggeser masalah emosional dan subyektif menjadi diskusi kognitif dan obyektif.

Apabila diskusi itu tak memperlancar hubunganmu dengan pembimbing skripsi, sebaiknya diskusi dengan dosen lain yang dapat memahami kondisimu, serta meminta saran menghadapi dosen pembimbing itu. Jika dosen itu tak bisa, cara terbaik adalah berkonsultasi dengan ketua prodi mengenai yang kamu hadapi. Seandainya mau ganti dosen pembimbing, kamu perlu hati-hati dalam memilih, sebab belum tentu dosen pengganti itu bisa membuatmu lebih lancar dan nyaman.

Permasalahan tersebut semakin rumit saat orangtua atau keluarga tidak memahami kondisi yang dihadapi anaknya. Sering orangtua sudah menargetkan waktu lulus, tetapi anak tidak berhasil mencapai target tersebut. Akibatnya, anak semakin stres karena membuat skripsi dan menghadapi tuntutan orangtua. Supaya tidak semakin stres, kamu bisa menceritakan masalah itu kepada orangtua, sehingga mereka bisa memahami dan membantu untuk menyelesaikan masalahmu.

Bila komunikasimu dengan dosen pembimbing terhambat, tak ada salahnya orangtua berbicara kepada dosen pembimbing untuk mengetahui letak permasalahannya. Mungkin dengan kehadiran orangtua, dosen semakin memahami kondisi mahasiswa, dan sebaliknya. Dosen juga tak dapat sewenang-wenang kepada mahasiswa karena orangtua ikut mendampingi anaknya. Semoga kamu lancar dan bahagia dalam menulis skripsi.

M. Sih Setija Utami

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 44 Tanggal 30 Oktober 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*