Artikel Terbaru

Lima Tahun Lagi atau Lebih

Albert Clemens Schreurs CICM
Lima Tahun Lagi atau Lebih
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDi perayaan intan tahbisan imamatnya, sesaat ia tersapu haru. Diucapnya salam perpisahan, ia takkan kembali ke tanah kelahirannya. Indonesia menjadi tempat ziarah hidup yang terakhir.

Hujan belum lama reda petang itu. Dingin mendesak segera membungkus diri dan terbuai dalam alam mimpi. Tapi tidak dengan penghuni kamar nomor 11 Wisma Provinsialat Congregatio Immaculata Cordis Mariae (CICM) di Jalan Slipi 12, Jakarta Barat. Hujan membuat Romo Albert Clemens Schreurs CICM, penghuni kamar itu sedikit terusik. Hawa dingin membuat cedera di sekitar pinggangnya kambuh. Padahal sakit itu sudah ia alami tiga tahun lalu, sewaktu berlibur di kampungnya.

Imam asal Zutendaal, Belgia ini terpeleset di kamar mandi. Peristiwa itu memaksa ia berobat di dalam dan luar negeri. Insiden itupun mengharuskan dia berjalan dengan “tiga kaki”. Toh, ia masih bersyukur tinggal di Indonesia. “Sedingindinginnya di sini tak lebih dari Eropa, (cedera-Red) saya sering kambuh di sana,” ungkapnya.

Usia Intan
Dua koper jumbo tergelatak di atas lantai kamar, isinya belum semua ia keluarkan. Romo Clemens baru sehari kembali dari Belgia, setelah cuti tiga bulan di sana. “Ya bisa, mau bertemu jam berapa?” tanyanya saat ditelepon pada Senin malam, 10/10. “Silakan datang. Saya ada di rumah saja,” sambungnya ketika menawarkan untuk bertemu pada Selasa, 11/11, pukul enam petang.

Tahun ini amat spesial bagi Romo Clemens. Satu-satunya imam CICM asal Eropa yang tersisa di Indonesia ini, berusia 85 tahun pada 10 Januari lalu. Pada tahun ini, ia juga sudah 60 tahun me ngarungi perjalanan imamat.

Pada Agustus silam, imam yang menginjakkan kaki di Indonesia sejak 1959 ini, mudik ke Belgia. Ketika di sana, ia merayakan pesta intan tahbisan imamat bersama tiga belas imam seangkatannya. Perayaan berlangsung pada Minggu, 11/9, di Gereja St Josef Wiemesmeer, Zutendaal.

Mantan misionaris di Filipina ini tak mengira masih hidup dan menekuni panggilan imamat hingga 60 tahun. “Jika boleh berharap, saya ingin (hidup-Red) lima tahun lagi atau lebih. Tapi semua itu kehendak Tuhan,” ungkapnya. “Saya sudah mencapai semua ini tanpa susah apapun,” imbuh imam yang tiga kakaknya terpanggil menjadi suster ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*