Artikel Terbaru

Beata Teresa dari Kalkuta: Pembela Orang Paling Miskin

Persahabatan Sejati: Dua tokoh Gereja Katolik, Bunda Teresa dan Johanes Paulus II, yang menjadi teladan kekudusan Gereja abad XX. [koco.com]
Beata Teresa dari Kalkuta: Pembela Orang Paling Miskin
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Ia mendapat panggilan istimewa: keluar biara untuk melayani kaum papa. Nobel Perdamaian diraihnya sebagai pengakuan dunia atas karyanya, tokoh inspiratif abad XX.

Nama aslinya Agnes Gonxha Bojaxhiu. Ia lahir 26 Agustus 1910 di Skopje, Makedonia. Pada 27 Agustus 1910 ia dibaptis. Orangtuanya, Nikola dan Drana Bojaxhiu, keturunan Albania. Ayahnya bekerja di bidang konstruksi bangunan dan berdagang obat-obatan. Keluarga Bojaxhiu tergolong penganut Katolik taat. Selain sangat aktif di gereja, sang ayah pun terjun di bidang politik.

Tahun 1919, ayahnya wafat Pasca ditinggal ayahnya, Agnes menjadi sangat dekat dengan ibunya. Sang ibu mendidiknya menjadi perempuan yang penuh kasih.

Agnes belajar di SD yang dikelola biarawati, dan melanjutkan di SMP negeri. Ia aktif di paduan suara Hati Suci, bahkan sering diminta menyanyi solo. Saat berziarah ke kapel Madonna dari Letnice di Pegunungan Hitam Skopje, ada suara memanggilnya untuk menjadi biarawati. Saat itu, ia berusia 12 tahun.

Selang enam tahun, tepatnya 1928, Agnes berangkat ke Irlandia dan bergabung dengan Suster-Suster Loreto di Dublin. Namanya pun diganti menjadi Sr Maria Teresa, berpatron pada St Thérèsia Lisieux.

Setahun kemudian, Sr Teresa hijrah ke Darjeeling, India, untuk menjalani masa novisiat. Kaul pertamanya diucapkan pada Mei 1931. Lalu, ia dikirim ke Kalkuta. Di kota itu, ia ditugaskan mengajar di SMA St Maria, sekolah khusus anak perempuan yang dikelola Suster-Suster Loreto untuk miskin. Ia mendedikasikan diri bagi usaha pengentasan kemiskinan lewat pendidikan.

Pada 24 Mei 1937, Sr Teresa berkaul kekal. Sesuai tradisi biarawati Loreto, ia menyematkan panggilan ‘Bunda’ (Ibu) di depan namanya. Namanya pun menjadi Bunda Teresa. Ia tetap mengajar di SMA St Maria.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*