Artikel Terbaru

“Musa dari Seoul”, Uskup dan Martir

Patung St Laurent-Joseph-Marius Imbert MEP dan Pater Jacques-Honoré Chastan MEP.
[quazoo.com]
“Musa dari Seoul”, Uskup dan Martir
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDialah uskup pertama yang menjejakkan kaki di Korea dan mati sahid di sana. Ia dijuluki “Musa dari Seoul” karena memimpin misi Katolik masuk Korea, menyusuri Sungai Yalu.

Seorang uskup baru memimpin rombongan misi Katolik menyusuri Sungai Yalu dari Manchuria, Tiongkok menuju Seoul, Korea Selatan. Mereka menyusuri sungai dengan panjang 790 kilometer dan lebar lima kilometer selama 13 hari. Sebagian di antara mereka keletihan, kelaparan, dan meninggal di jalan. Itulah secuil kisah Mgr Laurent-Joseph-Marius Imbert MEP. Ia memimpin misi Korea seperti Musa memimpin Israel lewat Laut Merah menuju Tanah Terjanji.

“Musa dari Seoul” ini adalah salah satu potret perjuangan misi Katolik di Korea yang mengalami penganiayaan. Pembantaian Gereja terjadi tiga kali dalam sejarah misi Korea, yaitu Ki-hae (1839), Pyong-o (1846), dan Pyong-in (1866).

Keluarga Miskin
Imbert lahir di Marignane, Bouchesdu-Rhône, Perancis Selatan, 15 April 1797. Orangtuanya adalah penduduk asli Callas, Cabriès, Bouches-du-Rhône. Lahir dari keluarga petani miskin, Imbert terbiasa membanting tulang agar bisa mengenyam pendidikan.

Imbert tamat Sekolah Dasar di Callas. Ia lalu pergi ke Aix untuk melanjutkan studi. Selama studi di Aix, ia beberapa kali ditegur karena selalu telat, bahkan tak bisa membayar uang sekolah. Tapi kejujuran dan semangat belajarnya meluluhkan hati pihak sekolah. Berapa kali ia dibebaskan dari uang sekolah. Untuk biaya sekolah, ia mengais rezeki dengan membuat Rosario untuk dipasarkan ke biara-biara dan paroki-paroki di Aix.

Suatu hari dalam perjalanan menjajakan Rosarionya, Imbert bertemu seorang imam MEP (Société des Missions Étrangères de Paris). Lewat sharing bersama sang imam, ia tahu berbagai informasi tentang misionaris MEP di Asia. Perjumpaan itu menumbuhkan mimpi menjadi misionaris di Asia.

Bermisi ke Asia
Usai tamat sekolah di Aix, Imbert bergabung dengan MEP, 8 Oktober 1818. Setahun kemudian pada 5 Maret 1819, ia diinkardinasikan sebagai calon imam Keuskupan Agung Paris dan ditahbiskan imam pada 18 Desember 1819. Ia menerima dispensasi dari Takhta Suci karena usianya belum cukup untuk ditahbiskan sebagai imam. Usai ditahbiskan, Pater Imbert mendaftar untuk bermisi ke Asia. Pada 20 Maret 1820, ia berangkat dari Perancis ke Tiongkok. Ia tiba pertama di Penang, Semenanjung Malaya (Malaysia). Tugas perdananya adalah mengajar di Seminari Penang selama setahun (April 1821-Januari 1822), menggantikan guru yang sakit.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*