Artikel Terbaru

Gereja Menyambut Rasul Perempuan

Prosesi pembasuhan kaki.
[NN/Dok.HIDUP]
Gereja Menyambut Rasul Perempuan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Tindakan Paus Fransiskus membasuh kaki perempuan di penjara membawa pembaruan. Gereja menyambut “rasul” perempuan dalam upacara Kamis Putih.

Tak lama setelah terpilih, Paus Fransiskus mengunjungi Casal del Marmo pusat penahanan remaja di Roma. Hari itu adalah Kamis Putih. Di sana ia membasuh kaki remaja laki-laki dan perempuan penghuni tahanan tersebut. Dalam sekejap, cerita itu menggegerkan dunia. Pro-kontra merebak di media sosial dan opini surat kabar. Sampai saat itu Vatikan tidak pernah menetapkan perempuan menjadi “rasul” dalam upacara Kamis Putih.

Selama tiga tahun kepemimpinannya, Paus Fransiskus tidak merayakan Kamis Putih di Basilika St Petrus, ia melakukannya bersama masyarakat pinggiran, termasuk perempuan. Hal ini merupakan sejarah baru dalam Liturgi Gereja Katolik. Pada 6 Januari 2016, Kongregasi Tata Ibadat dan Sakramen memperbolehkan perempuan menjadi “rasul” di upacara Kamis putih.

Antara Tradisi dan Pesan
Di Paroki St Antonius Kotabaru Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang, pembasuhan kaki “rasul” perempuan pada Kamis Putih sudah di adakan sekitar 10 tahun lalu. Kala itu Tim Liturgi Paroki dibawah asuhan Romo Tom Jacobs SJ (alm) mencetuskan ide agar pembasuhan kaki tidak hanya terbatas kepada laki-laki tetapi juga melibatkan perempuan dan orang muda.

Uniknya lagi, prosesi pembasuhan di paroki ini dilakukan secara spontan. Menurut anggota Tim Liturgi Paroki Kotabaru, F.X. Yuli Eka Daryana, 15 menit sebelum prosesi, Tim Liturgi akan memilih tempat pembasuhan dan meminta umat yang duduk di tempat itu untuk menjadi “rasul”. “Umat yang dibasuh bisa laki-laki, perempuan, tua-muda, anak-anak atau orang dewasa. Ini sungguh-sungguh sebuah kejutan bagi umat,” kata Eka kepada HIDUP melalui surat elektronik, Rabu, 2/3.

Misa Kamis Putih di gereja ini diadakan sebanyak tiga kali. Lokasi pembasuhan kaki berubah-ubah setiap kali Misa. Jumlah umat yang dipilih biasanya 12 orang, kadang kurang atau lebih tergantung dari posisi duduk umat.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*