Artikel Terbaru

Anak Terlibat Geng Motor

Anak Terlibat Geng Motor
3 (60%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comDear Pengasuh, saya Rita (45 tahun) asal Bogor. Akhir-akhir ini, saya sedikit cemas dengan anak lelaki kami. Setelah masuk SMA, kami membeli sebuah sepeda motor untuknya agar mempermudah dia pergi ke sekolah. Beberapa minggu ini, anak kami selalu pulang pagi. Sudah begitu, knalpot motornya diganti dengan knalpot racing yang berisik. Setiap kali kami menanyainya, dia selalu mengatakan tidur di rumah teman. Bapaknya sudah menyita kunci motor, tetapi dia malah tidak mau pergi ke sekolah. Apakah anak kami terlibat geng motor? Apa yang harus kami buat segera? Terima kasih.

Rita, Bogor

Ibu Rita yang baik, sebagian orangtua membelikan sesuatu untuk anak mereka, meskipun sebenarnya anak tersebut belum membutuhkan atau belum waktunya untuk memiliki. Beberapa orangtua membelikan sepeda motor untuk anak, semata-mata agar mereka terbebaskan dari tanggungjawab untuk mengantar dan menjemput anak-anak. Padahal, keselamatan dan perkembangan anak tetap menjadi tanggungjawab orangtua. Mereka mungkin kilaf, keputusan yang mereka ambil justru merugikan diri anak.

Fakta yang ada sekarang, Ibu telah membelikan sepeda motor untuk anak dengan maksud agar anak mudah pergi ke sekolah. Fakta kedua menunjukkan bahwa anak Ibu masih duduk di kelas satu atau dua SMA, serta telah memodifikasi sepeda motornya dengan knalpot racingyang berisik. Fakta berikutnya adalah si anak terkadang pulang pagi.

Berikut ini hal-hal yang perlu dilakukan dan dipertimbangkan oleh Ibu Rita dan suami, yaknipertama, cobalah merefleksikan diri, apakah pada saat masa kanak-kanak, Ibu Rita dan suami memberikan rasa aman pada si anak. Jika anak cukup merasa aman dengan orangtua, pada masa remaja pun saat anak membutuhkan pelarian, membutuhkan rasa aman, anak-anak akan lari kepada orangtua, bukan kepada teman-temannya. Relasi yang terbaik antara orangtua–anak adalah interaksi yang seimbang antara rasa aman dan perkembangan tanggungjawab anak. Dengan keadaan ini, dapat diharap bahwa jika anak menghadapi kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain akan tetap mengadu kepada orangtua.

Kedua, karena memiliki sepeda motor, saat ini si anak memiliki mobilitas yang cukup tinggi dan sulit untuk dipantau. Salah satu cara memantaunya adalah dengan mengenali teman-teman si anak, sekaligus mengenali dan memperkenalkan diri Anda (Ibu Rita atau suami) kepada orangtua dari teman-teman si anak. Dengan cara itu, Ibu Rita dan suami dapat mengenal teman mana yang baik dan yang perlu dihindari. Jalin komunikasi yang baik dengan orangtua teman-teman anak.

Ketiga, orangtua sudah sepantasnya tahu ke mana anak pergi dan hingga jam berapa anak akan pulang. Jikalau si anak mengatakan tidur di rumah teman, orangtua harus menguji kebenarannya, misalnya dengan menghubungi orangtua teman si anak tersebut.

Keempat, orangtua tetap harus “pegang kendali” terhadap anak. Apabila anak dibelikan sepeda motor tetapi pemanfaataannya justru negatif, bahkan hingga mogok sekolah, anak harus dilatih untuk bertanggungjawab terhadap diri sendiri. Berilah kepercayaan kepada anak sekaligus tuntutlah tanggungjawabnya.

Kelima, kelompok penggemar sepeda motor (geng motor) belum tentu kelompok yang buruk. Banyak anak justru berkembang pengetahuannya tentang mesin, ketrampilan bersepeda motor, dan kepekaan maupun rasa sosial karena memiliki kelompok penggemar sepeda motor. Ada di antara mereka yang merupakan komunitas yang positip. Masa remaja adalah saat mereka bereksplorasi secara sosial. Bimbinglah si anak agar berkreasi yang produktif dan bukannya destruktif.

Mendampingi remaja memang tak mudah. Remaja mulai berorientasi sosial, serta menjalin persahabatan dengan kelompoknya, baik sesama jenis maupun dengan lawan jenis. Namun, orangtua tetap wajib menunjukkan dan membimbing perilaku sosial, serta nilai-nilai bertingkah laku yang dikehendaki orangtua. Remaja diberi kebebasan bereksplorasi, tapi juga dituntut bertanggungjawab terhadap pilihan perilakunya.

Y. Bagus Wismanto

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 11 Tanggal 13 Maret 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*