Artikel Terbaru

Valentina Palmarini Nugrahaningsih: Pengajar Kolong Jalan Tol

Valen mengajar anak-anak di kolong jalan layang Cawang-Pulomas.
[HIDUP/Christophorus Marimin]
Valentina Palmarini Nugrahaningsih: Pengajar Kolong Jalan Tol
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Lima tahun lebih, Valen mendampingi anak-anak di kolong jalan layang Cawang-Pulomas. Bersama para relawan ia mendirikan Sekolah Kolong Pelangi untuk anak-anak pengamen dan pemulung.

Jalan layang Cawang-Pulomas, Jakarta Timur, ramai lalu lalang kendaraan bermotor. Deru mesin meraung-raung beriringan dengan klakson yang kadang memekakkan gendang telinga. Hari itu, Minggu, tiga pekan lalu, sekitar 70 anak duduk meriung di kolong jembatan layang. Mereka seperti tak peduli dengan kendaraan bermotor yang lalu lalang menghasilkan asap bercampur debu tebal.

Seorang perempuan asyik bercengkerama dengan anak-anak. Ia memberi pelajaran layaknya seorang guru di kelas. Sesaat kemudian, ia mendongeng dengan alat peraga seadanya. Wajah anak-anak yang mendengar dongeng itu tampak ceria. Anak-anak ini kebanyakan adalah pengamen jalanan dan pemulung di sekitar jalan layang itu.

Perempuan itu adalah Valen tina Palmarini Nugrahaningsih Sastrodihardjo. Anak-anak kerap menyapa Kak Valen. Setiap Sabtu dan Minggu, Valen harus menempuh perjalanan selama dua jam dari tempat tinggalnya di daerah Petukangan menuju jembatan layang Cawang-Pulomas. Akhir pekan, ia isi dengan berbagi kisah dan pengetahuan bersama anak-anak di kolong jalan layang. Ia menamakan kegiatan itu sebagai Sekolah Kolong Pelangi. Sekolah non-formal itu berlangsung sejak pukul 09:00 hingga 11:00.

Sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung, anak-anak berdiri membentuk lingkaran. Lantas mereka berdoa, menyanyikan “Indonesia Raya” dengan suara lantang, lalu membacakan Pancasila dan sepuluh hak anak Indonesia. Mereka pun duduk berkelompok sesuai usia kelas dari Taman Kanak-Kanak sampai usia sekolah dasar kelas empat. Valen tidak sendiri, ia dibantu beberapa relawan.

Digusur
Semua itu bermula dari keprihatinan Valen. Kala masih kuliah, hampir setiap hari Valen menatap banyak anak-anak mengamen di perempatan jalan. Dalam hati, ia berkata, “Apa ya yang bisa saya perbuat untuk mereka?” Tak lama kemudian, ia menggagas komunitas pendidikan. Bersama rekan-rekannya, Valen membidani komunitas Care for Education. Dari komunitas inilah muncul ide membentuk Sekolah Kolong Pelangi. “Anak-anak ini indah seperti pelangi,” kata Valen.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*