Artikel Terbaru

St Benediktus II: Paus Sahabat Kaum Papa

St Benediktus II (635-685)
[snipview.com]
St Benediktus II: Paus Sahabat Kaum Papa
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Masa kepausannya kurang dari setahun. Namun, Ia menegakkan disiplin hidup Kristiani, dan membawa Gereja menjadi sahabat kaum papa.

Seorang bocah laki-laki berdarah Romawi memiliki kebiasaan menyanyi. Suaranya elok dan kepiawaiannya membidik nada pun begitu mengagumkan. Bakatnya di bidang tarik suara merupakan talenta yang sudah melekat dalam dirinya sejak dini.

Melihat bakat tersebut, sang ayah mengirim putranya masuk ke schola cantorum, pendidikan untuk belajar musik dan paduan suara gerejani. Pendidikan ini dipilih sang ayah karena si bocah juga memiliki minat yang besar dalam hal-hal gerejani. Bakat yang tak kalah menonjol dalam diri si anak adalah rasa ingin tahu yang begitu besar terhadap pengetahuan Kitab Suci. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan aneka pengetahuan seputar Kitab Suci. Maka ketika memasuki masa mudanya, ia sudah menunjukkan bakat yang begitu kuat di dalam bidang Kitab Suci.

Pendidikan keluarga yang mewariskan nilai-nilai keutamaan Kristiani seolah terpatri dalam diri si anak. Ia memiliki kepekaan yang lebih dibanding dengan anak-anak seusianya mengenai perhatian dan kepedulian kepada orang kecil. Ia dengan mudah berbagi kepada orang yang tak mampu. Bekal tersebut membuat ketertarikan pada dunia religius seputar altar kian bergelora. Ketertarikan ini membawanya pada pilihan kehidupan imamat. Kelak dikemudian hari, bocah keturunan Romawi ini menjadi Paus, Pemimpin Gereja Tertinggi.

Itulah latar belakang masa muda Paus Benediktus II. Ayahnya seorang Romawi bernama Yohanes. Benediktus lahir di Roma sekitar tahun 635. Ketika Benediktus sudah menjadi imam, umat yang ia gembalakan mengenalnya sebagai pastor yang rendah hati, memiliki perhatian besar pada kaum miskin dan sangat murah hati. Sifat-sifat ini terus terbawa hingga kelak menjadi Paus.

Masa Interregnum
Benediktus sudah berkiprah dalam kehidupan dan reksa kegembalaan Gereja sejak muda. Ia berkarya di bawah kepemimpinan dua Paus, yakni Paus Agatho (678-681) dan Paus Leo II (682-683). Ketika Paus Leo II mangkat, Benediktus pun terpilih sebagai penggantinya pada 28 Juni 683. Namun, ia baru bisa naik takhta pada 26 Juni 684. Hal ini disebabkan oleh tradisi yang berlaku kala itu. Proses dan hasil pemilihan Paus baru, harus mendapat persetujuan dari Kaisar Binzantium. Inilah masa-masa ketika domain internal gerejani mendapat intervensi besar dari para penguasa sipil pada zaman itu. Maka ketika Paus Leo II wafat dan sudah terpilih Benediktus II sebagai Paus baru, kekosongan Takhta St Petrus tetap berlangsung selama hampir setahun. Meskipun proses pemilihan Paus berjalan mulus, tetapi hasilnya tetap harus menunggu ketok palu dari sang kaisar.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*