Artikel Terbaru

Dari Liturgi sampai Tindakan Nyata

Romo Rudy Hartono di bilik Pengakuan Dosa
[HIDUP/Stefanus P. Elu]
Dari Liturgi sampai Tindakan Nyata
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Keuskupan Agung Jakarta menanggapi ajakan Paus untuk menyediakan waktu rekonsiliasi 24 jam, guna semakin menampakkan wajah Allah yang berbelas kasih.

Dalam Tahun Yubileum Luar Biasa Kerahiman Allah, Paus Fransiskus mengajak Gereja Katolik seluruh dunia semakin menampakkan wajah belas kasih Allah. Konkretnya, Paus mengajak Gereja menyediakan waktu selama 24 jam untuk pengakuan dosa. Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) sudah merancang dan melakukan beberapa kegiatan konkret. Ketua Komisi Kateketik KAJ Romo Rudy Hartono membeberkan rancangan kegiatan-kegiatan tersebut. Berikut petikan wawancara dengan Romo Rudy:

Bagaimana Gereja KAJ menanggapi ajakan Paus Fransiskus?
Gereja KAJ telah menunjuk Komisi Liturgi sebagai penanggung jawab Tahun Yubileum Luar Biasa Kerahiman Allah bekerja sama dengan beberapa komisi terkait, termasuk Komisi Kateketik. Kami bekerja sama dalam merancang hal yang bisa dilakukan Gereja KAJ untuk menjadikan Tahun Kerahiman Allah ini sebagai gerakan bersama, yakni gerakan pertobatan atau rekonsiliasi untuk menampakkan wajah belas kasih Allah kepada dunia. Hasil kerja kami adalah menerbitkan buku panduan yang saat ini sudah beredar di tengah umat. Kami juga sedang menyiapkan kumpulan renungan dari beberapa komisi di KAJ yang nanti bisa dipakai paroki-paroki saat mengadakan refleksi bersama.

Komisi Kateketik akan mengadakan kegiatan kaderisasi pelayan pastoral. Buku panduan sudah jadi, tinggal pelaksanaan. Kami ingin menjaring dua sampai tiga orang dari setiap paroki untuk dikader jadi pelayan pastoral.

Apa makna peristiwa pengakuan dosa 24 jam?
Maknanya adalah memanggil umat beriman agar bertobat. Saya secara pribadi melihat ajakan Paus Fransiskus itu sebagai kesempatan bagi umat Katolik berefleksi bersama. Buah refleksi adalah kemauan bertobat. Buah pertobatan adalah tindakan kasih atau dalam konteks KAJ disebut belarasa.

Bagaimana teknis pelaksaannya?
Gereja KAJ membuka kesempatan kepada paroki-paroki menangkap dengan kreatif ajakan Paus. Tiap paroki tentu tahu apa yang paling dibutuhkan umat.

Apa maksud indulgensi penuh pada Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi?
Indulgensi adalah penghapusan dosa. Maka, indulgensi penuh mengandung makna penghapusan dosa secara penuh. Artinya, ketika umat sudah rutin mengikuti Ekaristi, ikut adorasi, mengaku dosa, ziarah, bahkan sampai melakukan tindakan kasih, maka pengampunan yang ia terima menjadi penuh. Tapi perlu diingat bahwa ini hanya istilah. Orang kerap kali hanya menangkap ekornya saja. Jadi, karena disebut indulgensi penuh maka orang ramai-ramai mencari, setelah itu tidak pernah mau mengaku dosa lagi. Yang dimaksud dengan indulgensi penuh adalah buah yang kita peroleh karena tindakan rekonsiliasi yang sudah kita lakukan. Jadi indulgensi bukan tujuan, tapi semacam buah rohani bagi mereka yang sudah berusaha maksimal untuk rekonsiliasi. Karena, muara dari ini semua adalah pertobatan semua umat kristiani untuk menampakkan wajah Allah di dunia.

Apa harapan romo?
Dengan momen 24 jam untuk Tuhan pada Tahun Luar Biasa Kerahiman Ilahi ini semoga umat sungguh-sungguh rindu bahwa Allah yang diimani adalah Allah yang berbelas kasih. Umat benar-benar rindu Allah yang menyucikan lewat ibadah, pengakuan dosa, pewartaan, dan tindakan perwujudan iman. Harapannya, tercipta ruang pewartaan di tengah umat agar dapat semakin mewujudnyatakan iman. Terakhir, semoga terjadi metanoia atau perubahan hidup. Jadi bukan hanya tindakan liturgis saja, tetapi harus sampai kepada perubahan dalam tindakan-tindakan konkret, dari liturgi sampai kepada tindakan nyata.

Stefanus P. Elu

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 10 Tanggal 6 Maret 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*