Artikel Terbaru

Gerakan 24 Jam Untuk Tuhan

Paus Fransiskus mengaku dosa di Basilika St Petrus.
Gerakan 24 Jam Untuk Tuhan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Paus mengajak seluruh umat Katolik ikut dalam perayaan “24 Jam untuk Tuhan,” Jumat-Sabtu, 4-5 Maret 2016. Paus menyerukan pengakuan dosa di seluruh dunia.

Paus Fransiskus membuat kejutan. Ia membungkuk di hadapan umat yang berhimpun di Basilika St Petrus Vatikan, lantas berjalan menuju bilik pengakuan dosa yang telah disiapkan baginya. Hari itu, umat diberi kesempatan mengakukan dosa di hadapan Paus. Sebelum masuk ke bilik itu, Paus berjalan menuju bilik pengakuan dosa yang lain, lantas berlutut di depan seorang imam dan mengaku dosa. Kejadian ini di luar kebiasaan di Vatikan.

Setelah mengaku dosa, Paus Fransiskus baru memasuki bilik pengakuan dosa yang telah disiapkan bagi dia. Di depan bilik itu berjejer umat yang mengantre mengaku dosa di hadapan Paus. Paus Fransiskus menerima dan mendengarkan dosa-dosa yang diakukan umat.

Kejadian ini berlangsung pada Prapaskah dua tahun silam, tepatnya Jumat, 28 Maret 2014, tatkala Paus hendak memimpin pembukaan perayaan “24 Jam untuk Tuhan” atau yang disebut Perayaan Pengampunan. Sebelum perayaan tersebut, dalam berbagai kesempatan, Paus kerap melontarkan ungkapan, “Siapa yang bisa mengatakan dirinya bukan pendosa? Tak seorang pun, kita semua pendosa.”

Prakarsa “24 Jam untuk Tuhan” ini dimotori Dewan Kepausan untuk Evangelisasi Baru. Ternyata, prakarsa ini mendapat dukungan yang besar dari seluruh dunia. Inisiatif ini juga diharapkan bisa menjadi tradisi baru Gereja Katolik selama masa Prapaskah. Keuskupan-keuskupan di seluruh dunia pun telah menanggapi seruan Paus dengan melakukan perayaan yang sama dan menyediakan imam-imam yang siap mendengarkan pengakuan dosa umat selama 24 jam.

Tahun lalu, Perayaan Pengampunan kembali diadakan. Lagi-lagi, Paus Fransiskus mengajak setiap paroki di seluruh dunia membuka pintu-pintu gereja selama 24 jam pada Jumat dan Sabtu, 13-14 Maret 2015. Ajakan Paus ini tak bertepuk sebelah tangan. Di beberapa negara, umat berbondong-bondong mengantre di muka bilik pengakuan dosa menanti rahmat Sakramen Tobat. Selain pengakuan dosa, paroki-paroki juga menggelar rekoleksi dan Adorasi Ekaristi.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*