Artikel Terbaru

AKBP FX Arendra Wahyudi: Kapolres Peduli Anak-Anak

AKBP Arendra menerima penghargaan dari Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait.
[NN/Dok.Pribadi]
AKBP FX Arendra Wahyudi: Kapolres Peduli Anak-Anak
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Kapolres Klungkung Bali ini gencar mensosialisasikan perlindungan kepada anak. Ia ingin jajarannya jadi pengayom bagi anak-anak dan sahabat bagi semua warga.

Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan Penghargaan Peduli Anak Berkebutuhan Khusus kepada AKBP FX Arendra Wahyudi SiK, Kapolres Klungkung Bali pada pertengahan Januari lalu. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Ketua KPAI, Arist Merdeka Sirait.

Rendra dinilai layak diganjar dengan penghargaan tersebut atas perhatiannya pada persoalan anak dan remaja. Kapolres Klungkung ini membantu anak-anak berkebutuhan khusus, seperti yang dialami I Dewa Gede Watmika dan Dewa Gede Agus Prianika. Keduanya lumpuh sejak kecil.

Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas langkah Kapolres memfasilitasi kesehatan Watmika dan Agus Prianika. Kisahnya, Rendra meminta salah seorang anggota Polsek Dawan untuk menjadi bapak asuh bagi kedua anak tersebut.

Dari Bawah
Sikap peduli pada mereka yang miskin dan menderita sudah dimiliki Rendra sejak kecil. Ayah Rendra adalah seorang guru SD. Oleh karena pendapatan sang ayah terbatas, keluarga Rendra mengontrak rumah di sebuah gang kecil di Kota Malang, Jawa Timur. Menyadari situasi itu, sejak kelas 1 SMA Rendra berniat untuk bisa kuliah tanpa biaya dari orangtua.

Rendra kemudian memilih Akabri (Akademi ABRI) sebagai tempat studi lanjut. Ia berusaha menyiapkan diri agar lulus seleksi masuk Akabri.

Tahun 1994 Rendra mendaftar ke Akabri. Pilihan pertama ia jatuhkan pada TNI-AD baru kemudian Kepolisian dan TNI-AL. Berdasarkan hasil tes, Rendra dinyatakan masuk ke Akademi Kepolisian. Lulus pada 1997, Rendra ditempatkan di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kariernya sebagai anggota Kepolisian banyak diabdikan di dalam Korps Brimob. Sejak 2000 hingga 2012 ia bertugas di Brimob. Tugas utama menanggulangi berbagai situasi darurat. “Saya memilih korps Brimob karena awalnya suka dengan penampilan para anggotanya. Setelah saya menjalaninya, saya merasa mampu belajar banyak tentang kepemimpinan dan menangani daerah konflik,” kata ayah empat anak ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*