Artikel Terbaru

TRAG: Taman Hati Kudus di Lereng Sindoro

Para berziarah dan umat sedang mengikuti Misa Minggu yang dipimpin oleh Romo Stephanus Sumpana MSC
[Dok. Anna Maria H]
TRAG: Taman Hati Kudus di Lereng Sindoro
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Berbekal semangat pantang menyerah para pendiri tempat ini akhirnya bisa mendirikan taman rohani. Waktu demi waktu, para peziarah ramai berkunjung.

Matahari tepat di atas meridian langit. Momen di mana panasnya paling terasa. Tetapi para peziarah di Taman Rohani Anggrung Gondok (Taro Anggro), Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng) seperti tidak terganggu. Mereka berjalan menyusuri perhentian jalan salib yang didirikan di lereng Gunung Sindoro itu sampai selesai.

Awal mula pendirian Taro Anggro ini bermula dari “kegagalan” para petani tembakau di Dusun Anggrung Gondok, Kecamatan Kertek, Wonosobo. Para petani kerap gagal menghasilkan tembakau berkualitas. Alhasil, tembakau dari Anggrung Gondok tak laku di pasaran. Berangsur-angsur sebagian dari mereka keluar dari dusun, bahkan banyak yang ikut transmigrasi ke Kalimantan.

Romo Stephanus Sumpana MSC prihatin dengan kondisi masyarakat di Dusun Anggrung Gondok. Masyarakat “lari” dari dusun karena sudah tidak ada “makanan” lagi di dusun itu. Keprihatinan Romo Sumpana ini menetaskan ide “taman rohani” sebagai sumber penghasilan masyarakat.

Bersama tim, Romo Sumpana mulai menggarap Taro Anggro. Namun, pembangunan taman rohani ini tidaklah mudah. Masalah klasik yaitu dana menjadi alasan utama. Romo Sumpana yang saat itu bertugas di Paroki St Paulus Wonosobo kemudian mengajak para donatur berdiskusi tentang pembangunan Taro Anggro. Gayung bersambut. Para donatur pun menyetujui gagasan Romo Sumpana.

Dusun Anggrung Gondok berada di wilayah Paroki St Philipus Kapencar. Romo Sumpana pun bertemu dengan Romo E. Untung Susanto MSC (alm), Pastor Paroki Kapencar untuk membicarakan rencana pendirian taman rohani. Segendang sepenarian, Romo Susanto menyambut baik permintaan Romo Sumpana. Pada 8 Desember 2008 diadakan peletakan batu pertama di atas tanah seluas 625 meter persegi.

Romo Susanto memimpin langsung pembangunan Taro Anggro. Setahun berselang, lahirlah anak pertama Taro Anggro berupa tempat rute Jalan Salib dan Gua Maria yang diberi nama St Petronela. Pada 7 Juli 2009, kemudian juga diadakan peletakan batu pertama untuk pembangunan taman adorasi yang diberi nama “Taman Rohani Hati Kudus”. Taman ini berdiri di atas lahan seluas 1.400 meter persegi.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*