Artikel Terbaru

Remaja Lesbi

[NN]
Remaja Lesbi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPengasuh yang terkasih. Membaca rubrik ini pada 22 Maret 2009 tentang remaja putri lesbi, saya jadi ingin ikut bercerita karena anak kedua saya mirip sekali dengan kasus tersebut. Saya sampai judeg (pusing dan tidak tahu pemecahannya). Awalnya, saya senang melihat anak kedua saya (satu-satunya perempuan) belum mau pacaran sampai kelas dua SMA. Saya senang karena putri saya tidak ikut berperilaku melanggar norma-norma masyarakat atau norma agama sehingga tidak mempermalukan orangtua dengan hamil sebelum menikah.

Saya juga senang karena anak kedua saya tidak terjerumus dalam penggunaan obat-obat terlarang. Namun, sejak setengah tahun yang lalu, saya benar-benar pusing karena saya menemukan catatan hariannya yang menyatakan kalau dia lesbi. Mengapa anak saya bisa menjadi lesbi? Kami sekeluarga baik-baik semua dan suami tidak melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Bagaimana cara supaya anak saya kembali normal?

Semakin saya ingin memisahkan hubungan anak saya dengan pacarnya, semakin erat saja mereka. Saya juga jengkel karena anak saya semakin tidak mau diatur dan mudah marah. Sekarang ini dia memusuhi kami sekeluarga dan tidak kerasan tinggal di rumah. Apa yang harus saya lakukan, Bu? Terima kasih atas jawabannya.

Ibu I di S

Yang terkasih Ibu I.
Terima kasih atas tanggapan Ibu dan kehendak Ibu ikut meramaikan rubrik ini. Saya membayangkan Ibu baru memegangi kepala karena pusing memikirkan putri Ibu. Pada saat menghadapi masalah remaja, kita perlu mengatur perasaan sebelum melakukan pemecahan masalah. Banyak hal bisa kita lakukan untuk mengendalikan perasaan kita, salah satunya adalah menerima secara sadar masalah remaja kita apa pun kondisinya.

Hal ini mungkin sangat sulit dilakukan, tetapi memang harus dilakukan supaya kita dapat menyelesaikan masalah dengan lebih tenang. Saat kita tenang, kita dapat membuat perencanaan-perencanaan terbaik untuk remaja kita. Menerima kenyataan yang kita hadapi bukan berarti kita diam saja, tanpa melakukan usaha.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*