Artikel Terbaru

Santa Maria Magdalena Postel: Pelayan Orang Miskin

[Immanuel Giel]
Santa Maria Magdalena Postel: Pelayan Orang Miskin
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Julie Postel lahir pada 28 November 1756 di Barfleur, sebuah pelabuhan kecil di lereng gunung timur utara Manche, Perancis. Sejak lahir, ia mengalami penderitaan cukup berat.

Ada ma­­salah cukup be­rat yang memembuat orangtua­­nya segera memembaptis bayi mungil itu segera se­telah ia lahir. Makaksudnya, bila ada kejadian di luar rencana manusia, si bayi diharapkan bisa langsung dimasukkan dalam ke­luarga Kristus. Terernyata, yang ditakutkan ke­dua orangtuanya tidak terjadi.

Sejak muda, Julie telah membuktikan suatu bentuk hidup yang penuh penghormataataatan dan bakti kepada Tuhan dan manusia. Re­fleksi ke­hidupan yang indah dan mendalam, me­nunjukkan ketajaman hati dan indranya pada pe­rintah-perintah Tuhan. Ibunya ce­mas akan sikap anakaknya yang jauh bererbeda dengan orang lain. ”Allah memembuatnya untuk diri-Nya, tidak untuk aku,” demikian ka­­ta-a-ka­­ta ibunya.

Sejak kanak-ka­­nak, Julie memusatkan devosinya pada Ekaristi. Dengan sabar ia menanti izin da­­ri Gereja agar diperbolehkan menyamambut Tubuh Tuhan. Karena kualitas hidupnya yang matang dan mantap, akhirnya pastor paroki memberikan izin menerima Tubuh Suci Tuhan pada usia semembilan tahun.

Ciuman cinta
Julie tidak mau dike­nal. Ia selalu bererusaha agar Yesuslah yang semakin dira­­sakan dan dikenal oleh semua insan. Layaknya Santa Te­re­sia Ke­cil, ia juga menuliskan kenangananma­­nisnya dengan Yesus: ”Ah, betapa lemembutnya ciuman perertama Yesus pada jiwaku! Ya, itu adalah satu ciuma n cinta. Aku merasa begitu dicintai-Nya dan aku juga berkata aku cinta pa­­daMu Tuhanku. Akan kuberikan diriku se­utuhnya ke­pada- Mu.”

Keprihatinan Julie ketika itu adalah ma­­salah pendidikan anak-anak kecil. Ia terge­rak oleh tindakan Sananto Yohanes Baptis de Salles. Ia berniat menjadi guru bagi anak-a-anak miskin. Untuk itu, ia membekali dirinya de­ngan ilmu pe­ngetahuan formal dan moral.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*