Artikel Terbaru

Pelayanan Kasih Menuju Keabadian

Rumah Duka Oasis Lestari
[HIDUP/Christophorus Marimin]
Pelayanan Kasih Menuju Keabadian
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comBanyak rumah duka yang bernapaskan Katolik didirikan bukan saja mencari keuntungan materi belaka, tetapi melayani keluarga yang berdukacita dan agar orang yang meninggal mengalami kematian dalam kasih.

Sejumlah pabrik berderet di sepanjang Jalan Gatot Subroto kilometer 7-8 Jatake, Tangerang. Jalan ini menjadi ramai karena juga disulap menjadi “terminal dadakan”. Kawasan ini bisa dicapai setelah melewati tol Jakarta-Merak kemudian keluar di gerbang tol Bitung kilometer 26. Kemacetan selalu menghiasi kawasan ini. Truk-truk besar berlalu-lalang di jalanan.

Di antara deretan pabrik itu, terdapat sebuah kompleks yang cukup luas. Nuansa hijau pepohonan sedikit menyejukkan mata. Inilah kompleks Oasis Lestari. Kompleks ini seakan menjadi Rumah Duka Oasis Lestari. “zona hijau” di antara cerobong asap pabrik yang mengapitnya.

Lahan seluas 3,9 hektar ini tidak saja menjadi “rumah transit” bagi orang yang sudah meninggal dunia, tetapi juga menjadi “rumah terakhir” bagi mereka yang memilih dikremasi. Kompleks Oasis Lestari merupakan usaha terpadu, yang terdiri atas rumah duka, krematorium, dan rumah abu. Tempat ini menjadi perwujudan usaha Dana Pensiun Konferensi Waligereja Indonesia (DP KWI) yang sudah ada sejak 1980. Sesuai namanya, Oasis, “tempat teduh” dan Lestari, “keabadian” kiranya memberi kesejukan abadi kepada mereka yang telah meninggal dunia.

Di bubungan Rumah Duka Oasis Lestari terdapat sebuah miniatur tangga. Tangga itu diilhami mimpi Yakub di Betel yang melukiskan jalan menuju surga dengan para malaikat turun naik (Kej.28:12).

Memuliakan Jiwa
Kehadiran kompleks Oasis Lestari ini tak dilepaskan dari tangan Romo Albert Clemens Schreurs CICM. Mantan Ketua Badan Pengurus DP KWI ini punya sebuah mimpi, yakni ingin mendirikan krematorium dengan standar Eropa. Sejak 1973, Romo Clemens berupaya mewujudkan mimpi itu, namun selalu terhambat soal perizinan. Sementara, tahun 2000-an, DP KWI sudah memiliki 20 ribu peserta. Dana dari para peserta ini kemudian diinvestasikan untuk membeli tanah di kawasan Jatake pada 2001. Tanah ini kemudian menjadi cikal bakal kompleks Oasis Lestari yang diresmikan pada 5 April 2005.

Operasional Oasis Lestari dikelola dua lembaga, yakni PT Danita dan PT Landas Nimpuna yang menyelenggarakan rumah abu. Ada tiga bangunan besar dalam kompleks Oasis Lestari, yaitu rumah duka atau mortuarium, rumah kremasi atau krematorium, dan kolumbarium atau rumah abu. Tiga ruangan ini seperti “hotel mini” bagi orang yang telah meninggal dunia.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*