Artikel Terbaru

Pelayanan Kasih Menuju Keabadian

Pelayanan Kasih Menuju Keabadian
Mohon Beri Bintang

Ania menambahkan, seharusnya rumah- rumah duka di Jakarta tidak terlibat dalam persaingan. Harus ada kerjasama sehingga semua orang yang meninggal terlayani dengan baik. Dalam arti ini, Oasis Lestari tidak akan terlibat dalam persaingan antarrumah duka. Yang paling penting, memperhatikan keluarga dan peka terhadap perasaan keluarga yang berduka.

Kepedulian ini juga terwujud dalam satu usaha subsidi silang. Karena tak semua yang datang ke rumah duka adalah mereka yang berasal dari keluarga kaya. Maka Oasis Lestari memiliki program Dana Kasih. Program ini diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang tidak mampu. Hal serupa juga diupayakan Rumah Duka St Carolus dengan program Dana Sosial, dan Rumah Duka St Elisabeth dengan program Dana Diakonia. Tujuannya sama, yakni membantu meringankan keluarga-keluarga yang tidak mampu secara ekonomi.

Kendati sering melayani dengan “cuma-cuma”, tiga rumah duka ini tak pernah defisit anggaran. Mereka masih mampu memberikan upah layak bagi para karyawannya, serta bisa menutup biaya operasional setiap bulan.

Keberadaan rumah duka ini juga menjadi salah satu lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Seperti di Oasis Lestari yang banyak mempekerjakan warga dari daerah Sang hiang, Tangerang, Cikoneng, dan Jatake. “Alhamdulillah, banyak keluarga yang mengatakan ‘ibu kami sangat cantik’ setelah saya memandikan dan merias jenazah ibu mereka. Ini sebuah kebanggaan bagi saya,” kisah Muriatmi, pemandi jenazah di Oasis Lestari.

Pelayanan bagi orang meninggal dunia mesti memegang prinsip tidak ada diskriminasi atau tidak pandang bulu. Rumah duka yang bernapaskan iman Katolik seharusnya memberikan pelayanan kasih bagi semua, baik yang kaya maupun yang miskin. Keberadaan rumah duka juga menjadi sarana untuk memberikan penghormatan kepada jenazah. Pelayanan tidak hanya kepada keluarga yang berduka, tetapi mampu mengantarkan jiwa menuju keabadian bersama Allah di surga.

Yusti H. Wuarmanuk
Pelapor: Marchella A. Vieba/Christophorus Marimin

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 45 Tanggal 6 November 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*