Artikel Terbaru

Santa Anastasia: Dibakar Hidup-hidup Karena Injil

Sumber Ilustrasi: www.johnsanidopoulos.com
Santa Anastasia: Dibakar Hidup-hidup Karena Injil
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Dua Minggu sekali ruangan Sport Center Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, dipenuhi oleh mereka yang haus akan Firman Tuhan. Sebagian besar dari mereka yang datang adalah kaum perempuan yang sudah tidak muda lagi.

Namun, masih tetap terlihat wajah-wajah perempuan muda, dan sedikit kaum lelaki. Mereka adalah anggota setia dari komunitas Pendalaman Alkitab (PA) St Anastasia St Laurentius, Alam Sutera, Tangerang.

Semula kegiatan ini hanya diikuti beberapa ibu warga paroki tersebut. Para ibu yang jumlahnya dapat dihitung dengan jari ini pada waktu tertentu berkumpul di rumah yang telah dipilih untuk menjadi tempat mereka mendengarkan Sabda Tuhan. Lain waktu, mereka pindah ke rumah anggota lain.

Seiring waktu, jumlah peserta bertambah sedikit demi sedikit. Dari hanya dua pelopor, kemudian semakin berlipat ganda. Anggota komunitas ini semakin bertambah hingga mencapai 65 orang. Pada 9 Januari 2006, komunitas ini “dibaptis” dengan nama pelindung St Anastasia dalam sebuah Perayaan Ekaristi.

Koordinator komunitas ini, Dewi Omar, mengakui bahwa memberi pelayanan untuk Firman Tuhan bagi sesama terasa menyenangkan. Walaupun di antara anggota ada yang buta huruf, pengurus selalu mengajak semuanya untuk memuji Tuhan.

Salah seorang pengurus, Cecil Sinta, menambahkan, spiritualitas komunitas PA St Anastasia merujuk pada semangat dan pengorbanan St Anastasia yang mau melayani orang-orang miskin dan orang-orang di penjara.

Kini sudah hampir tujuh tahun usia komunitas PA St Anastasia ini. Acaranya pun semakin beragam. Para imam maupun suster sering mengisi acara berupa sharing pengalaman, pengajaran, atau metode-metode hening dengan meditasi. Semuanya dikemas dalam waktu yang tidak terlalu lama, mengingat mereka yang dilayani tidak memiliki waktu lama. Sambil menunggu anak pulang sekolah, atau suami pulang kerja, mereka mengisi waktu dengan mendengarkan Firman Tuhan. Karena tempat yang dipilih sebagai tempat pertemuan, Sport Center Alam Sutera, letaknya cukup strategis, maka tidak heran kalau anggota yang datang juga tidak hanya dari sekitar Alam Sutera, tetapi juga dari Bintaro, bahkan daerah sekitar Jakarta lainnya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*