Artikel Terbaru

Mayjen TNI (Purn) Emmanuel Imam Maksudi: Jalan Salib Sang Tentara

Emmanuel Imam Sukmadi bersama lukisan istrinya.
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Mayjen TNI (Purn) Emmanuel Imam Maksudi: Jalan Salib Sang Tentara
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDua peristiwa kehilangan menggoyahkan dan meruntuhkan pertahanan dirinya. Tuhan menjadi muara tempatnya mengaduh.

Namanya Emmanuel Imam Maksudi. Anggota TNI Angkatan Darat ini menikah dengan seorang perempuan Dayak, Eswitje Margareta Sinar. Mereka dikaruniai tiga anak-dua laki-laki dan satu perempuan. Dari buah hatinya, Eswitje dan Imam mendapat tiga cucu.

Suatu sore, Imam baru saja pulang kerja. Tenaga Profesional Bidang Geopolitik dan Wawasan Nusantara di Lembaga Ketahanan Nasional RI ini memanggil istrinya. “Mi, Mami, Papi pulang,” panggil purnawiran bintang dua kepada istrinya. Namun sang istri tak menyahut.

Ia mengira pendamping hidupnya itu terlelap. Pintu kamar tidur ia buka, tapi sosok perempuan yang telah menjadi sahabat hidup dan ibu bagi anak-anak serta dirinya tak ada di sana. Ia tersadar, sang istri telah tiada sejak 25 Juni silam. Seketika air matanya tak terbendung, pecah di ujung kelopak mata.

Hindari Jalan
Kenangan itu ia ceritakan saat bertemu di kediamannya di Kompleks Jatibening Indah, Jalan Ketapang C 65- 66, Pondok Gede, Bekasi, Senin, 24/10. Kepergian sang istri menyisakan duka mendalam bagi Imam. Matanya agak memerah, menahan haru kala mengingat dua tahun belakangan istrinya bergulat dengan diabetes. Penyakit itu menggerogoti raga istrinya serta memaksa sang istri harus cuci darah dua kali dalam sepekan, tiap Senin dan Kamis, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Demi menemani dan merawat sang istri, dua hari itu, Imam tak mau diganggu dengan urusan lain. Hari itu ia curahkan perhatian bagi perempuan yang menikah dengannya di Katedral Keluarga Kudus Banjarmasin ini. Rasanya tak ada kebahagiaan selain hadir di samping istrinya yang sedang sakit. “Ada dua kebahagian yang saya temukan. Saat istri sehat, saya bahagia bisa menggandeng dia ke manapun. Ketika ia sakit, saya bahagia bisa menyuapinya makan,” ujar Imam.

Jika sang istri tak sedang istirahat, ujar Imam, sang istri selalu menemaninya makan begitu Imam tiba di rumah. Meski daya raganya terbatas, istri mantan Komandan Resort Militer 091/Aji Surya Natakusuma ke-7 itu, masih sanggup  menunjukkan cinta yang tak terbatas kepada pendamping hidupnya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*