Artikel Terbaru

St René Goupil (1608-1642): Misionaris Sukarelawan Suku Indian

St René Goupil.
[maryannkreitzer.blogspot.co.id]
St René Goupil (1608-1642): Misionaris Sukarelawan Suku Indian
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comGagal jadi imam, ia memilih tetap menjadi misionaris. Ia bekerja sebagai dokter tanpa bayaran di tengah orang-orang Indian. Ia dibunuh karena iman dan karya kemanusiaannya.

Seorang pemuda ditawan Suku Indian Iroquois, Amerika Utara. Lehernya dikuliti, kuku kakinya dicabut. Sudah berhari-hari tubuhnya terikat di pelataran rumah kepala suku tanpa diberi makan dan minum. Darah merah berubah hitam melekat di tubuh. Luka-lukanya berbau dan bernanah. Seperti itulah René Goupil menjelang kematian.

René ditangkap karena membantu para misionaris Jesuit yang bermisi di Suku Indian Huron. Suku ini cukup berkembang di antara suku-suku Indian di Amerika Utara. Sehari-hari René yang berprofesi sebagai dokter membuka pelayanan kesehatan di tengah penduduk Suku Indian Huron. Hal ini membuat Suku Iroquois cemburu. Mereka marah dan menangkap René untuk dibunuh.

Dokter Anestesi
René Goupil menghabiskan masa kecil di Kota Angers, Anjou, sebelah barat Perancis. Kota ini merupakan ibukota Provinsi Anjou, kini Anjou dikenal sebagai Provinsi Maine et-Laoire. Ia dibaptis beberapa hari setelah dilahirkan di Gereja St Marthin de Bois Angers.

Sama seperti kota-kota besar yang lain di Perancis, masyarakat Kota Angers saat itu hidup dalam pengaruh paham Calvinis. Meskipun René lahir di dasawarsa pertama abad ke-17, ia masih merasakan pengaruh ajaran teolog Kristen terkemuka Yohanes Calvin (1509-1564). Pengaruh ini semakin meluas tanpa mengindahkan Edik Nantes pada 13 April 1598 oleh Raja Hendry IV (1553-1610). Bunyi Edik Nantes itu, “Disepakati, golongan Calvinis tetap mengakui Perancis sebagai Negara Katolik.” Namun perjanjian ini hanya isapan jempol. Gereja-gereja Reformis bertumbuh bak jamur di musim hujan.

Masuknya ajaran Calvinis di Perancis membuat keluarga Katolik “mendua hati”. Banyak keluarga Katolik terpaksa beralih agama. Mujurnya, keluarga Hipolite dan Luce Provost Goupil, orangtua René tidak terpengaruh dengan situasi itu. Mereka tetap mempertahankan iman Katolik. Semua itu berkat kekuatan doa dalam keluarga.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*