Artikel Terbaru

Meksiko

Meksiko
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Indonesia dan Meksiko, adalah dua bangsa yang sama-sama sudah berada pada tingkat peradaban yang maju sebelum bangsa Barat menghentikan semuanya. Piramida yang indah hasil karya suku bangsa Maya dan Inca di Meksiko, dan candi Borobudur hasil karya wangsa Syailendra dari Mataram Hindu, sama-sama masuk dalam tujuh keajaiban dunia.

Meksiko dan Indonesia barangkali bisa menjadi bangsa besar berperadaban tinggi jika tanpa kolonialisme. Kolonial membuat kedua bangsa ini terkekang kreativitasnya. Kesempatan menghasilkan karyakarya besar yang meninggikan peradaban, hilang dirampas penjajah. Kedua bangsa ini tidak lagi mampu berkreasi menghasilkan karya-karya budaya bernilai tinggi, halus, besar dan indah. Yang terjadi justru sebaliknya. Sejarah perjalanan kedua bangsa ini sama-sama menorehkan catatan pergolakan dan kekerasan, perang berebut wilayah dan kekuasaan. Penjajah Spanyol menghadirkan Katolik di Meksiko. Bangsa Aztec, penduduk asli Meksiko menerima kabar gembira berkat peran para misionaris yang bersusah payah memperkenalkan iman Kristus kepada mereka. Bunda Maria pun merestui bangsa ini menjadi pengikut Kristus. Pada 9 Desember 1531, Bunda Maria menampakkan diri kepada petani miskin asli suku bangsa Aztec bernama Juan Diego Cuauhtlatoatzin di bukit Tepayac. Kehadiran Bunda Maria ini dipandang telah membangkitkan harapan orang kecil dan melayakkan mereka mendiami tanah yang telah diberkati ini. Ke negara yang telah diberkati Bunda Maria itulah Paus Fransiskus hadir selama seminggu (12-18 Februari 2016). Paus Yohanes Paulus II berkunjung lima kali (1979, 1990, 1993, 1999, 2002I, dan Paus Benediktus XVI sekali (2012). Kunjungan tiga paus dalam kurun waktu 37 tahun itu membuktikan betapa Vatikan sangat mencintai bangsa Meksiko. Pesan perdamaian para Bapa Suci ini semoga mampu mewujudkan perdamaian dan membebaskan bangsa Meksiko dari kekerasan, narkotika, kemiskinan, korupsi, dll.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 9 Tanggal 28 Februari 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*