Artikel Terbaru

Misionaris Kerahiman dan Perdamaian

RP Yakobus I Made Suardana SX
[NN/Dok.Pribadi]
Misionaris Kerahiman dan Perdamaian
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Sebelum datang ke Meksiko, Paus Fransiskus menyampaikan pesan. Ia mengatakan, dirinya datang ke Meksiko untuk menjadi misionaris kerahiman dan perdamaian. Bapa Suci ingin bertemu dengan seluruh umat, mengungkapkan iman dan berbagi kebenaran mendasar dalam kehidupan.

Tuhan mencintai kita, kata Paus, kita dicintai-Nya dengan cinta yang tanpa batas. Bapa Suci ingin berada lebih dekat dan memeluk seluruh umatnya terutama mereka yang menderita dan tersingkir– sambil mengatakan bahwa Yesus mencintai dan selalu berada di samping mereka. Pesan yang disampaikan dalam bentuk video ini menjawab semua spekulasi politis atas kunjungan apostoliknya ke Meksiko.

Ada apa dengan Meksiko? Ada apa dengan Gereja di sana? Nunsius Apostolik Meksiko, Mgr Christophe Louis Yves Georges Pierre mengingatkan, lawatan Paus Fransiskus ke Meksiko bersifat pastoral, bukan politik.

Meksiko memang sedang mengalami keterpurukan di bidang ekonomi, sosial, dan politik. Nilai tukar Dollar atas Peso –mata uang Meksiko– meroket, bahkan sempat memecahkan rekor tertinggi dalam beberapa tahun belakangan ini. Kepercayaan rakyat terhadap pemerintah saat ini berada di titik nadir. Berbagai kasus kekerasan menjadi berita harian di media lokal dan nasional, bahkan internasional. Kasus penculikan dan pembunuhan 43 mahasiswa yang belum terungkap, problem narkoba, dan perang kartel menjadi teror yang muncul hampir saban hari.

Di Meksiko, negara sudah lama “memisahkan diri” dari Gereja (agama). Meksiko adalah negara yang tidak memiliki agama resmi negara. Menurut Konstitusi 1917, Meksiko menjadi salah satu negara sekular tertua di Amerika Latin, dan negara kedua dengan mayoritas umat Katolik di dunia, satu tingkat di bawah Brazil. Sekitar 90 persen penduduk Meksiko beragama Katolik.

Namun, Gereja tidak diperkenankan ambil bagian dalam pendidikan umum di sekolah-sekolah pemerintah. Gereja juga tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait masalah-masalah sosial, seperti aborsi dan perkawinan sesama jenis. Pertanyaan yang penting adalah bagaimana Gereja Meksiko menerapkan ajaran sosialnya?

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*