Artikel Terbaru

St Sergius I: Paus Penjaga Supremasi Takhta St Petrus

St Sergius I
[arts365.com.cn]
St Sergius I: Paus Penjaga Supremasi Takhta St Petrus
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Kala terjadi perebutan Takhta St Petrus, ia terpilih sebagai Paus. Ia tak gentar menerima ancaman Kaisar Binzantium. Dialah Paus yang menginisiasi Agnus Dei dalam teks Misa.

Bapa Suci di Roma diancam oleh Kaisar Binzantium, Justinianus II (685-695). Paus dipaksa menandatangani dekrit hasil Konsili Quinisext atau Konsili Trullan yang dihelat tahun 692. Dekrit itu memutuskan, bahwa dalam Gereja Timur, imam dan diakon dapat tetap mempertahankan istri yang mereka nikahi sebelum menerima tahbisan; dan menempatkan posisi Patriakh Konstantinopel sederajat dengan Paus di Roma.

Tentu saja Paus menolak tegas hasil Konsili Quinisext itu. Hal ini membuat Kaisar Justinianus II yang terkenal kejam itu naik pitam. Kemarahan akhirnya berubah menjadi ancaman fisik. Ia memerintahkan antek-anteknya membawa Paus ke Konstantinopel untuk dihadapkan pada kaisar.

Akan tetapi, penduduk Roma dan para loyalis Paus berjuang melindungi Bapa Suci. Perang pun tak terelakkan. Rakyat Roma berusaha mengusir orang-orang suruhan kaisar. Pimpinan pasukan suruhan kaisar, Zakharia kewalahan menghadapi rakyat Roma. Apalagi, sebagian dari pasukan yang ia pimpin justru berbalik membela Paus. Karena merasa terjepit, ia meminta perlindungan kepada Paus. Konon, ia bersembunyi di kolong tempat tidur Paus untuk menyelamatkan diri.

Akhirnya, Paus memerintahkan peperangan dihentikan supaya tidak banyak korban berjatuhan. Zakharia dan sebagian pasukan yang masih loyal padanya pun menyerah. Paus lalu mengizinkan dan membiarkan Zakharia menarik pasukannya kembali kepada Kaisar Justinianus II. Itulah sepenggal kisah Paus Sergius I (650-701).

Tak lama setelah percobaan penangkapan Paus Sergius I ini gagal, Kaisar Justinianus II menghadapi kudeta militer. Ia berhasil dilengserkan tahun 695. Kaisar ini lalu menjalani masa pembuangan di Cherson. Saat itu, Takhta Binzatium diduduki oleh pemimpin kudeta, Jenderal Leontios (695-698) dari Isauria.

Berebut Takhta
Sebelum Sergius menjadi Paus, Takhta Roma diampu oleh Paus Conon (686-687). Ketika Paus Conon menghadapi sakratul maut, terjadi perebutan pengaruh untuk menggantikannya sebagai Penerus Takhta St Petrus. Ada dua kubu yang waktu itu mencalonkan kandidat pengganti Paus yang sedang menanti ajalnya itu.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*