Artikel Terbaru

PASMHH Atambua: Rumah Kasih Anak-anak Disabilitas

PASMHH Atambua: Rumah Kasih Anak-anak Disabilitas
1 (20%) 1 vote

Tak jarang penolakan juga mereka alami dari sejumlah keluarga. Mereka itu tidak mengizinkan anak mereka ditampung di panti. Namun, para suster tetap menyusuri kampung-kampung, mendatangi keluarga-keluarga miskin meski kadang ditolak. Para suster juga meminta bantuan Pastor Paroki untuk mengumumkan kepada keluarga-keluarga agar menitipkan anak-anak disabilitas mereka ke panti.

Setiap tahun, selalu ada keluarga miskin yang menyerahkan anaknya kepada para suster agar diasuh di PASMHH. Sr Klara mengatakan, pendirian panti ini di samping bertujuan mengasuh anak-anak penyandang disabilitas, juga untuk meringankan beban ekonomi keluarga-keluarga miskin yang kesulitan mengasuh anak mereka yang menyandang disabilitas. “Mereka menitipkan anak di panti dan kami akan mengasuh, mendidik mereka, serta membiayai pendidikannya di SLB. Itulah tujuan pendirian panti ini,” katanya.

Tidak Membedakan
Memasuki tahun 2016, PASMHH menampung 42 anak penyandang disabilitas. Dari 42 anak itu terdapat beberapa anak beragama Kristen Protestan, dan ada pula anak dari negara tetangga Timor Leste dari Distrik Maliana, Covalima, dan Liquisa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Belu.

Hubungan kekeluargaan antara masyarakat Kabupaten Belu dan Malaka dengan Distrik Maliana dan Covalima serta Liquiza memungkinkan anak-anak dari beberapa distrik itu dapat menghuni PASMHH. “Kami menerima semua tanpa membedakan latar belakang, agama, bahasa, warna kulit, asal dan lain-lain. Semua anak penyandang disabilitas dari manapun adalah anak Tuhan yang akan kami terima dan layani,” kata Sr Klara.

Untuk menghidupi panti, para suster selalu bekerja sama dengan pemerintah dan berupaya mencari donatur baik dari Indonesia maupun luar negeri seperti Jerman dan Belanda. Namun sayang, biarpun Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Belu melalui Dinas Sosial selalu memberikan bantuan, kadang kebutuhan panti belum bisa terpenuhi begitu saja. “Setiap tahun jumlah anak terus bertambah. Supaya kehidupan panti tetap berjalan, kami berusaha dan berdoa agar Allah dapat menolong anak-anak penyandang disabilitas ini,” ujar Sr Klara.

Hermin Bere

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 9 Tanggal 28 Februari 2016

 

 

 

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*