Artikel Terbaru

Diplomasi Kebudayaan

Diplomasi Kebudayaan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Antonius Agus Sriyono merasa “beruntung” tidak mengurusi tenaga kerja Indonesia (TKI) atau memikirkan neraca perdagangan dua negara. “Saya lebih banyak berurusan dengan orang-orang cerdik-pandai yakni para romo yang sedang studi di sana,” katanya dalam suatu wawancara dengan HIDUP.

Warganegara Indonesia yang berada di Vatikan dan Roma kebanyakan adalah para romo, frater, suster dan bruder yang sedang studi atau bekerja di markas besar (generalat) tarekat mereka. Mereka berhimpun dalam sebuah paguyuban. Pada mulanya, paguyuban yang didirikan 13 Februari 1955 itu bernama Ikatan Romo-romo Indonesia di Kota Abadi-Roma (IRIKA). Dalam perkembangan selanjutnya, keanggotaannya dimekarkan, juga mencakup para suster, frater, dan bruder. Maka namanya pun menjadi Ikatan Rohaniawan-Rohaniwati di Kota Abadi Roma (IRRIKA).

Siapa pun duta besarnya, hubungan antara IRRIKA dan KBRI diharapkan selalu dekat. Kebetulan IRRIKA memiliki hubungan dengan dua Duta Besar yakni untuk Vatikan dan Republik Italia. Akhir 1990, misalnya, Dubes Indonesia untuk Vatikan, Roni H. Kurniadi, memprakarsai Misa anggota IRRIKA bersama Paus Yohanes Paulus II di Kapel Redemtoris Mater, Vatikan (HIDUP, No 3 Tahun ke-43, 20 Januari 1991).

Kini Dubes Sriyono yang dilantik Presiden Joko Widodo 13 Januari lalu juga akan memberikan perhatian khusus kepada IRRIKA. Apalagi salah satu strategi diplomasinya adalah kebudayaan. Ada tiga matra dari diplomasi kebudayaannya yakni dialog antaragama, penampilan budaya, dan pengembangan museum etnografi untuk pluralitas Indonesia.

Kehadiran IRRIKA kiranya menjadi penting untuk menunjang program diplomasi kebudayaan yang akan dilancarkan Dubes Sriyono itu. Setidaknya, para romo dan biarawan-biarawati yang berada di Vatikan dan Roma itu akan mewarnai sosok Gereja Katolik Indonesia di masa depan. Sebagian besar mereka adalah calon pemimpin Gereja.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 8 Tanggal 21 Februari 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*