Artikel Terbaru

Pengalaman dan Harapan Mantan Anggota

Romo Risdiyanto MSF (enam dari kiri) dengan beberapa anggota IRRIKA berfoto bersama mantan Duta Besar Indonesia untuk Vatikan, Budiarman Bahar.
[NN/Dok.IRRIKA]
Pengalaman dan Harapan Mantan Anggota
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comBagi beberapa mantan anggota IRRIKA hidup bersama Paguyuban itu sungguh berkesan. Di negeri orang, kebersamaan membuat mereka lebih Indonesia.

Romo Yohanes Risdiyanto MSF bergabung dengan IRRIKA sesaat setelah tiba di Roma pada 2004. Setelah mengisi biodata, ia masuk mailing list IRRIKA. Di mailist itu, ia mengaku bisa berinteraksi dan mendapat berbagai informasi terkait dengan pertemuan, agenda, kunjungan, info seputar pemilu, acara-acara di Kedutaan Indonesia untuk Takhta Suci (Vatikan), dan sebagainya.

Di masa awal ia berada di Roma, ia merasa kangen Tanah Air. Namun lewat pertemuan dengan sesama saudara sebangsa di IRRIKA rasa kangen itu terkurangi. “Mendengar kabar dari berbagai penjuru Indonesia mengobati kesenjangan jarak Indonesia – Italia,” ujar Romo Risdi yang bertugas di Jenderalat MSF Roma, Juli 2004-November 2015.

Di Roma, bersama IRRIKA, semangat keindonesiaannya tambah tebal. Sebelum ke Roma Romo Risdi hanya mengunjungi satu pulau, yaitu Bali. Setelah tiba di Roma, ia merasa telah mengunjungi puluhan pulau. “Saya bertemu dan bercakap dengan saudara-saudari dari Papua, Maluku, Timor, Flores, Sumba, Sulawesi, Kalimantan, Bangka, Sumatera, dll. Sambil bercakap dengan para suster, bruder, frater, romo, pastor, dan para awam, saya berkenalan dengan kebijakan lokal Indonesia yang amat kaya.”

Imam Keluarga Kudus kelahiran Sleman, 14 April 1974 itu juga senang setiap kali mendapat kabar lewat mailing-list bahwa seorang warga Indonesia telah menyelesaikan studi doktoralnya. “Usai ujian tesis, biasanya salah satu lagu Indonesia dinyanyikan di ruangan ujian itu. Terharu sekali saat mendengarnya.”

Romo Risdi yang sekarang bertugas sebagai Pastor Rekan di paroki Atmodirono Semarang ini berharap para anggota IRRIKA dapat membumikan ilmu pastoral, sosial, filsafat, liturgi, dogma, dan spiritualitas dalam konteks Indonesia.

Kesulitan bahasa
Romo Kamilus Pantus mendaftar sebagai anggota IRRIKA pada tahun ajaran baru Juni 2009. Ia tinggal di Collegio San Paulo, Vatikan. Asrama dihuni sekitar 200 orang dari 58 negara. Fasilitas lengkap: internet, perpustakaan, dan olahraga.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*