Artikel Terbaru

Selayang Pandang tentang IRRIKA

Para anggota IRRIKA pada Misa ‘Intronizzazione’ dari Paus Fransiskus di depan Basilika Santo Petrus, Roma, Selasa, 19 Maret 2013.
[NN/Dok.IRRIKA]
Selayang Pandang tentang IRRIKA
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Ikatan Rohaniwan-Rohaniwati Indonesia di Kota Abadi – Roma (IRRIKA), mulanya bernama IRIKA (Ikatan Romo-Romo Indonesia di Kota Abadi-Roma), dibentuk 13 Februari 1955. Penggagasnya Romo J. Melsen OCarm, Romo Th. Kirdi Dipojudo OCarm, Romo Migeraya SVD, Romo Leo Soekoto SJ dan Romo Yustinus Darmojuwono. Ketika itu mereka sedang studi di Roma. Nama terakhir menjadi ketua pertama IRIKA.

Pada November 1955, IRIKA meresmikan Anggaran Dasar yang menjadi pedoman organisasi. Seiring berjalannya waktu, IRIKA menerima anggota bruder, suster dan frater. Pada saat itulah nama IRIKA diganti dengan IRRIKA yang membawa konsekuensi mengubah Anggaran Dasar. Pada 1986, Anggaran Dasar 1955 diperbarui menjadi Pedoman IRRIKA. Setelah melalui diskusi panjang terkait asas, visi dan misi organisasi, pada 21 Mei 2000, IRRIKA menetapkan statuta baru.

Kini 61 tahun IRRIKA berdiri. Dalam rentang waktu yang panjang itu, IRRIKA sudah beraudiensi dengan empat Paus, mulai dari Paus Pius XII hingga Paus Fransiskus. Bahkan pada 25 tahun lalu, komunitas ini mengadakan misa yang dipimpin Paus Yohanes Paulus II.

Katolik Indonesia
Sesuai namanya, IRRIKA menampilkan keanggotaan sebagai warga negara Indonesia serentak sebagai warga Gereja Katolik. Paguyuban ini berdasar semangat iman Katolik dan cinta Tanah Air.

Sebagai paguyuban yang berasas kan iman Katolik, IRRIKA bersifat kekeluargaan sejalan dengan sifat “communio” Gereja. Hal itu semakin tegas dalam visi dan tujuan IRRIKA. Visinya adalah paguyuban umat Allah yang teguh dalam iman, penuh kasih-persaudaraan, terampil dalam berpastoral dan menjadi saksi kebenaran dan keadilan demi kemuliaan Allah.

Adapun tujuan IRRIKA: menjalin persaudaraan dengan berbagi suka dan duka hidup di kota Roma, saling mengenal dan menghargai keanekaragaman budaya dan kekhasan wajah Gereja di Indonesia, saling mengasah dan mengasuh diri demi pelayanan Gereja dan masyarakat melalui diskusi, ceramah dan seminar ilmiah. Juga saling meneguhkan dalam usaha menanggapi rahmat panggilan Tuhan dan membangun kerja sama yang baik antar anggota sejak di Roma dan diharapkan akan berkembang dalam karya pelayanan Gereja Katolik di Indonesia serta membina semangat ekumenis dan dialog dengan umat beriman lainnya.

Kaum awam juga boleh melibati IRRIKA. Dalam pasal 3 statuta IRRIKA tentang keanggotaan menjelaskan, anggota IRRIKA terdiri dari anggota biasa, anggota luar biasa dan kerabat. Anggota biasa adalah para Imam, Bruder, Frater dan Suster yang sudah berdomisili sekurang-kurangnya enam bulan di Roma atau Italia. Anggota luar biasa adalah semua umat beriman Katolik awam yang sudah berdomisili di kota Roma atau Italia. Kerabat adalah mereka yang bukan anggota biasa atau luar biasa, yang dengan bebas dan bertanggungjawab berkeinginan ikut serta dalam kegiatan IRRIKA.

Pengurus Lengkap IRRIKA terdiri dari Pengurus Inti IRRIKA dan satu wakil atau utusan dari masing-masing Collegio/komunitas, (Total ada 101 komunitas).

Dalam sejarah IRRIKA, sebagian besar pemimpin Gereja Katolik Indonesia pernah menjadi anggota paguyuban ini.

Pengurus Inti IRRIKA 2015-2016
Ketua : Romo Peter P. Tukan SDB
Wakil Ketua : Romo Dionisius Lukas Sokhitawao OFMCap
Sekretaris I : Sr Bertha Sigalingging FCJM
Sekretaris II : Fr Rofi nus Sumanto CS
Bendahara I : Romo Yulius Manuju Simatupang OFM Cap
Bendahara II : Sr Nurhayati Wiguno OSU

Edward Wirawan
Sumber: Irrika.com dan irrikaroma.org

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 8 Tanggal 21 Februari 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*