Artikel Terbaru

Satu Kebersamaan dalam IRRIKA

Anggota IRRIKA berfoto bersama Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo.
[NN/Dok.IRRIKA]
Satu Kebersamaan dalam IRRIKA
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Sebagai paguyuban biarawan-biarawati di Kota Abadi, IRRIKA mengusung semangat kebersamaan dan persaudaraan. Tahun ini, IRRIKA berusia 61 tahun.

Pada Pesta Pembaptisan Tuhan, Minggu, 10/1, sekitar 400 orang berbondong-bondong datang ke Collegio San Paolo Apostolo, tak jauh dari Basilika St Petrus Vatikan, Roma. Mayoritas yang datang adalah imam, suster, bruder, dan frater asal Indonesia. Hari itu mereka mengikuti perayaan Natal dan Tahun Baru yang diselenggarakan oleh Ikatan Rohaniwan-Rohaniwati Indonesia di Kota Abadi (IRRIKA) bekerja sama dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Vatikan dan Republik Italia-Siprus-Malta-San Marino.

Collegio San Paolo Apostolo merupakan tempat bagi komunitas para imam diosesan yang tengah studi di berbagai universitas di Roma. Ada 10 imam diosesan Indonesia yang tinggal di tempat ini.

Misa Natal dan Tahun Baru IRRIKA ini dipimpin oleh Pemimpin Umum OSC Mgr Laurentius Tarpin OSC. Turut hadir dalam perayaan syukur ini Duta Besar RI untuk Vatikan (2012-2015) Budiarman Bahar ber sama istri, Yetty Budiarman, dan Duta Besar RI untuk Republik Italia-Siprus-Malta-San Marino, August Parengkuan bersama istrinya Sonya Parengkuan, serta Ketua Persekutuan Oikumene Indonesia di Italia (PODI) Sally Lydia Wehantouw.

Dalam homilinya, Romo Tarpin memberikan motivasi kepada semua anggota IRRIKA dan kerabat-keluarga yang hadir untuk memperkuat semangat persaudaraan serta persekutuan sebagai orang-orang Kristiani dan umat beriman yang berada di rantau. Hal ini senada dengan tema perayaan Natal dan Tahun Baru yang diusung kali ini: “Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah”. Usai Misa dilanjutkan ramah tamah di Aula Collegio San Paolo. Beberapa keluarga Indonesia non-Katolik pun ikut bergabung.

Dinamis
Misa Natal dan Tahun Baru bersama merupakan salah satu dinamika kebersamaan di dalam IRRIKA. Paguyuban ini didirikan pada 13 Februari 1955 oleh sejumlah romo yang sedang belajar di berbagai universitas di kota Roma. Di antaranya Romo Leo Soekoto SJ, Romo Justinus Darmoyuwono Pr dll. Belakangan ini, IRRIKA sudah menjangkau mereka yang berdomisili di kota-kota lain di Italia. Menurut buku keanggotaan IRRIKA pertahun 2015/2016 tercatat ada 1.083 biarawan-biarawati yang menjadi anggota. Sebenarnya masih ada yang belum mendaftar atau tercatat.

Menurut Ketua IRRIKA (2015-2016) Romo Peter P. Tukan SDB, saat ini jumlah biarawan-biarawati yang berdomisili di Roma dan sejumlah kota lainnya di Italia yakni sekitar 1400-1500 orang. Kategori terbanyak adalah para biarawati yang menjalani pembinaan awal dan perutusan di biaranya masing-masing. Para suster asal Indonesia ini mencapai 40 persen dari anggota IRRIKA. Selebihnya adalah biarawan-biarawati yang mendapat tugas studi, bekerja di dewan pimpinan dan staf biara-biara pusat, bekerja di pastoral komunitas pembinaan, kampus, paroki, pendidikan dan staf di kantor Vatikan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*