Artikel Terbaru

Menjual Cincin atau Menjual Cinta?

Menjual Cincin atau Menjual Cinta?
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDear Romo Erwin, saya Rinto dari Makassar. Saya ingin bertanya, apa fungsi cincin nikah? Ketika tidak punya uang, istri saya pergi ke pegadaian untuk menggadai cincin nikah yang telah diberkati. Ketika ada uang, baru ia mengambilnya lagi. Sekarang ini, cincin nikah itu sudah dijual. Apakah cincin nikah itu bisa dijual? Pantaskah jika saya marah padanya? Ataukah hal ini biasa saja? Terimakasih.

Rinto, Makassar

Saudara Rinto yang baik, dalam kehidupan kita, ada banyak simbol yang kita pakai untuk menambah makna, memperdalam penghayatan, atau mewakilkan suatu makna dengan suatu bentuk dan gambar tertentu. Manusia dan simbol-simbol yang ada tak dapat dipisahkan. Misal, bersalaman, memberi hadiah, memakai benda tertentu, atau memasang sesuatu untuk kita lihat dalam rangka penghayatan kita akan hidup ini.

Cincin adalah salah satu bentuk simbol yang menggambarkan bahwa cinta dalam perkawinan itu suatu ikatan batin yang tak terputuskan. Cincin melambangkan kontinuitas dan konsistensi orang untuk menekuni janji setia pada pasangannya. Cincin adalah lambang keabadian cinta dan ikatan pada yang lain.

Sebagai simbol, cincin bukanlah hal yang dimaksud. Cincin adalah representasi atau wakil dari sesuatu yang dimaksudkan, yaitu penjelasan di atas. Orang yang mengenakan cincin di jari manis tangan kiri berarti bertunangan, jika di kanan berarti menikah. Akan tetapi, orang akan boleh bertanya apakah seseorang sudah menikah atau belum ketika ia melihat seseorang mengenakan cincin di jarinya, bukan?

Pernikahan adalah janji setia di depan altar Allah, kepada pasangan, di hadapan imam, saksi, dan hadirin semua. Perkawinan baru terjadi ketika orang saling mengucapkan janji setia seumur hidup. Cincin melengkapi janji itu dengan simbol keterikatan dan kesinambungan cintakasih di antara mereka. Meskipun demikian, cincin bukanlah pernikahan itu sendiri. Cincin semata-mata adalah simbol.

Persoalannya, kita bisa bermasalah dengan pasangan kita karena cincin tidak dipakainya atau hilang atau bahkan digadaikan seperti ini. Kita merasa bahwa peristiwa menjual atau menggadaikan cincin seperti menggadaikan cinta juga. Kita bertanya, apakah pasangan kita masih mencintai kita atau memang dengan simbol penggadaian itu, ia mempunyai maksud tertentu yang bisa mengancam perkawinan?

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*