Artikel Terbaru

TAV St Arnoldus Janssen Bekasi: Menyajikan Misa di Layar Kaca

Anggota TAV berfoto bersama selesai pelayanan.
[NN/Dok.TAV]
TAV St Arnoldus Janssen Bekasi: Menyajikan Misa di Layar Kaca
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Dengan niat dan semangat, setiap anggota komunitas ini belajar bersama menjadi tim yang solid. Mereka melayani umat yang tak tertampung lagi di gereja.

Waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB. Umat sudah membeludak memenuhi halaman dan pelataran gereja. Beberapa anak muda berseragam dominan biru membopong tripod, kabel, dan kamera. Seorang Ibu bertanya, “Mbak dari televisi mana?” Pertanyaan itu hanya dibalas dengan senyuman oleh salah satu dari mereka.

Sekilas grup anak muda ini mirip dengan salah satu kru televisi swasta di Indonesia. Namun mereka sebenarnya tidak ada kaitan sama sekali dengan televisi swasta manapun. Mereka adalah Tim Audio dan Video (TAV) Paroki St Arnoldus Janssen Bekasi. Setiap Misa kedua pada hari Minggu TAV bertugas menampilkan rangkaian Misa melalui media visual televisi.

Salah satu anggota TAV, Maria Ashanty Swastika yang kerap dipanggil Tika berbagi cerita kepada HIDUP. Ia mengatakan, pelayanan TAV bertujuan untuk menayangkan Misa, sehingga umat yang berada di luar gereja bisa mengikuti Misa dengan baik. Tika mengaku bahwa para anggota TAV masih belajar untuk meningkatkan pelayanan. “Kita berupaya untuk semakin solid dan berkembang dalam pelayanan,” katanya.

Umat Paroki Arnoldus Bekasi berkisar dua puluhan ribu. Dengan umat sebanyak itu, gereja tidak bisa menampung umat yang hadir saat perayaan Ekaristi terutama pada saat hari raya. Umat yang tak tertampung harus puas mengikuti Ekaristi dengan duduk atau berdiri di pelataran dan halaman gereja. Di sinilah TAV bekerja. Mereka menyediakan media visual berupa layar televisi yang ditempatkan di berbagai sudut strategis. Dengan demikian umat yang di luar gereja pun bisa mengikuti rangkaian Misa secara utuh, melalui layar kaca.

Sebelum TAV ada, Paroki Arnoldus selalu menyewa peralatan dan jasa tim audiovisual dari luar. Lambat laun salah seorang pastor rekan Paroki Arnoldus, Romo Victor Bani SVD menyadari bahwa langkah itu dirasa kurang efektif dan tidak ramah dengan kantong paroki. “Dari segi biaya justru menghabiskan banyak uang,” katanya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*