Artikel Terbaru

Seminari Pertama

[philippines.verboencarnado.net]
Seminari Pertama
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Kurangnya jumlah imam menjadi problem klasik Gereja. “Banyak yang dipanggil, sedikit yang menjawab”. Dalam Anjuran Apostolik Menti Nostrae, 23 September 1950, Paus Pius XII mengatakan, “…jumlah imam, baik di daerah-daerah Katolik maupun di daerah-daerah misi, kebanyakan tidak mencukupi untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan yang bertubi-tubi.”

Dalam amanat kepada Kongres Internasional I tentang Panggilan Hidup Religius, 16 Desember 1961, Paus Yohanes XXIII menyebut kondisi itu sebagai “keprihatinan sehari-hari Paus; yang menjadi jeritan doanya, sekaligus aspirasi jiwanya yang membara”.

Menurut data yang dirilis Vatikan pada akhir tahun 2015, jumlah imam Katolik di dunia tahun 2013 meningkat 1.035 dari tahun sebelumnya, menjadi 415.348. Jumlah uskup juga meningkat 40 dari tahun sebelumnya, menjadi 5.173. Diakon permanen bertambah 1.091 dari tahun sebelumnya, menjadi 43.195. Mereka melayani 1,25 milyar lebih umat Katolik di seluruh dunia.

Yang menurun adalah jumlah seminaris. Calon imam di Seminari Tinggi menurun 1.800 menjadi 118.251. Sedangkan calon imam di Seminari Menengah menurun 775 dari tahun sebelumnya, menjadi 101.928.

Pengembangan panggilan imam adalah kewajiban seluruh umat Kristiani, yang harus menumbuhkannya terutama dengan peri hidup Kristiani seutuhnya (Optatam Totius art.2). Dalam Dekrit Konsili Vatikan II tentang Pembinaan Imam dijelaskan, keluarga adalah penyumbang besar panggilan imam. Keluarga adalah “seminari pertama”. Imam yang rendah hati, tekun, gembira dan penuh persaudaraan akan menarik minat dan menumbuhkan semangat panggilan pada kaum muda.

Kaum muda akan terpanggil, hanya melalui perjumpaan. Tanpa perjumpaan, sulit terjadi interaksi dan penanaman nilai-nilai religius. Semoga keluarga Katolik mampu mengemban tugas mulia menjadi “seminari pertama” bagi anak-anak dan imam menjadi suri teladan bagi kaum muda.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 7 Tanggal 14 Februari 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*