Artikel Terbaru

Menempa Imamat di Jakarta

Calon imam: Perayaan Ekaristi di Kapel Seminari Tinggi KAJ.
[HIDUP/Christophorus Marimin]
Menempa Imamat di Jakarta
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Kebutuhan tenaga pastoral di Keuskupan Agung Jakarta semakin meningkat. Karakter calon tenaga pastoral mesti kian ditempa, agar kuat menghadapi tantangan dan tawaran kota metropolitan.

Lagu berjudul You Raise Me Up yang dipopulerkan penyanyi Josh Groban menutup perayaan Ekaristi di Kapel Seminari Tinggi St Yohanes Paulus II Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Kamis petang, 4/2. Satu per satu, frater yang mengenakan jubah putih keluar dari kapel menuju kamar masingmasing. Tak lama kemudian, suasana ruang makan seminari ramai. Para calon imam KAJ ini berkumpul makan bersama, sembari bercakap-cakap dalam bahasa Inggris.

Saat ini, terdapat 18 frater di Seminari Tinggi. Dari 18 frater, ada seorang yang sedang menjalani masa studi teologi. Rektor Seminari Tinggi St Yohanes Paulus II Romo Petrus Tunjung Kesuma mengatakan, dari 18 frater, empat orang berasal dari luar KAJ. “Benih panggilan di KAJ itu tidak sedikit. Silakan cek di seminari-seminari menengah yang ada di Jawa,” ujar Romo Tunjung.

Namun yang menjadi persoalan, lanjut Romo Tunjung, seminaris yang memilih KAJ sebagai ladang karya panggilan itu yang sedikit. Romo yang sejak 2012 berkarya sebagai Rektor Seminari Tinggi ini mensinyalir, medan karya KAJ menawarkan banyak sekali pilihan panggilan, karena banyak tarekat atau kongregasi yang berkarya di KAJ. “Dan, menjadi imam KAJ, satu dari sekian banyak pilihan itu.”

Selain lantaran banyak pilihan, pengenalan terhadap imam KAJ juga belum optimal. Masih banyak seminaris dan anakanak yang tak mengenal karya imam KAJ. “Sehingga mereka tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap pelayanan di KAJ.” Romo Tunjung berharap, para imam yang berkarya di KAJ juga turut mempromosikan panggilan bagi KAJ. “Ini demi kemandirian keuskupan,” imbuhnya.

Mendampingi dan mendidik para calon imam KAJ juga tak semudah membalikkan telapak tangan. Romo Tunjung mengakui, para calon imam KAJ, terutama yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya, memiliki karakter yang tidak mudah menghadapi tantangan. “Mereka mudah menyerah, mudah jenuh, daya juang tak terlalu kuat. Itu lah tantangan kami!” ucapnya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*