Artikel Terbaru

Gara-Gara Romo Paroki

Pastor Yustinus Ardianto
[HIDUP/Y.Prayogo]
Gara-Gara Romo Paroki
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Romo F. van de Schueren SJ memiliki peran penting dalam kehidupan panggilan imamat Kepala Paroki Kalvari Lubang Buaya, Jakarta Timur, Romo Yustinus Ardianto. Ketika berusia 10 tahun, Yust kecil aktif di kelompok misdinar Paroki Hati St Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang. Kala itu Romo Schueren yang berkarya di paroki ini kerap mengajak anak-anak misdinar menari-nari di pastoran. Usai menari, Romo Schueren selalu bertanya kepada anak-anak, termasuk kepada Yust kecil. “Kamu mau jadi romo?” Lantaran masih kelelahan usai menari, Yust menjawab spontan, “Mau Romo!”

Meski berganti romo paroki, Yust tetap aktif melayani sebagai misdinar. Lagi-lagi, romo Paroki Tangerang mendorong Yust menapaki jalan panggilan imamat. Duet Romo Binzler Bintarto SJ dan Romo Martinus Hadiwijoyo terus mendukung Yust masuk ke seminari. Setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah pertama, Yust masuk Seminari Wacana Bhakti.

Selain romo paroki, Yust juga mendapat dukungan para guru di Sekolah Strada Tangerang. “Mereka memiliki komitmen kuat untuk turut serta mengembangkan Gereja, paling tidak dengan mendorong para muridnya aktif dalam kegiatan Gereja,” ujar anak keempat dari lima bersaudara ini.

Keluarga juga menjadi tempat Yust kecil menempa motivasi panggilan imamat. Suatu hari, sang ibu memasak ayam goreng. Dalam hati, Yust berkata, “Wah perbaikan gizi nih!” Saat pulang sekolah, ayam goreng telah tiada. “Bu, ayam gorengnya ke mana?” Ibunya menjawab, “Sudah dikirim untuk Romo!” Yust pun teriak, “Ibu lebih sayang Romo daripada anak sendiri. Kalo begitu, saya jadi Romo saja!”

Kini, Romo Yust satu rumah dengan Romo Hadiwijoyo di Paroki Kalvari. “Jadi, kalau ada ayam goreng pasti diberikan kepada saya. Karena dulu Romo Hadi pernah mengambil jatah ayam goreng saya di rumah,” kisah Romo Yust sembari tertawa.

Yust ditahbiskan pada 15 Agustus 2001 di Gereja Tangerang. Ia menjadi imam pertama dari paroki ini. Kini, ia pun kerap melakukan aksi panggilan di Paroki Tangerang. Bagi Romo Yust, peran romo paroki amat kuat dalam mengembangkan panggilan. “Karena saya jadi romo juga gara-gara romo paroki.”

Y. Prayogo

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 7 Tanggal 14 Februari 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*