Artikel Terbaru

Menabur Benih Panggilan di Metropolitan

Bibit panggilan: Para “imam dan suster cilik” bersama Mgr Ignatius Suharyo.
[HIDUP/Y.Prayogo]
Menabur Benih Panggilan di Metropolitan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Paroki Tangerang dinyatakan sebagai paroki penyumbang panggilan khusus terbanyak di Keuskupan Agung Jakarta. Beragam upaya dilakukan seksi panggilan paroki.

Sabtu minggu pertama November tahun lalu, saat Puncak Perayaan Syukur Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (ARDAS KAJ) 20112015, Paroki Hati St Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB) Tangerang diumumkan sebagai paroki yang menyumbang panggilan imam, suster, bruder, dan frater paling banyak. Kepala Paroki Tangerang Romo Yohanes Wartaya Winangun SJ kaget ketika nama parokinya dibacakan. “Saya kaget sekaligus terharu. Ternyata masih banyak orang muda di paroki ini yang tertarik menjadi imam atau suster,” ujarnya saat ditemui di Pastoran Paroki Tangerang pekan lalu. Menurut data yang dimiliki Seksi Panggilan paroki ini per tahun 2015, Paroki Tangerang telah menyumbang enam imam, tiga suster, empat frater, dan tujuh seminaris.

Romo dan seksi panggilan, selama ini menciptakan iklim kondusif bagi anak-anak untuk mengenal panggilan hidup menjadi imam dan biarawan-biarawati. “Kesaksian para romo dan suster tentang kebahagiaan dan sukacita dalam menjalankan panggilan hidup khusus tersebut adalah salah satu kuncinya,” kata Romo Wartaya.

Menurut Romo Wartaya, kebiasaan menyapa anak-anak adalah langkah kongkret menuju tujuan ini. “Kalau sudah besar jadi romo ya!” Atau, “Kalau sudah besar jadi suster ya!” Sapaan inilah yang biasa ia lakukan kala berjumpa dengan anak-anak di gereja atau saat berkunjung ke lingkungan atau rumah umat. Ia memilih menyapa anak-anak untuk menanamkan benih-benih panggilan khusus sejak dini. Namun, orangtua terkadang menyambut dengan jawaban, “Romo, ini anak satu-satunya.” Atau “Lah, kalau semua jadi romo atau suster, gimana dong?”

Seksi Panggilan Paroki Tangerang Dimas Setiawan turut mengiyakan hal ini. Teladan hidup dan sapaan sang gembala paroki sangat membantu menumbuhkembangkan bibit panggilan. Meskipun demikian, Seksi Panggilan terus mengupayakan kegiatan-kegiatan aksi panggilan secara berkala, seperti kegiatan live in di seminari dan komunitas-komunitas suster atau frater.

Pada 2014, kegiatan live in panggilan dimotori Seksi Panggilan KAJ. Anak-anak berkesempatan mengujungi Seminari Wacana Bhakti, Jakarta Selatan dan Komunitas Suster-Suster Ursulin Juanda, Jakarta Pusat. Sementara pada 2015, Seksi Panggilan Paroki Tangerang mengadakan sendiri. Mereka mengajak anggota komunitas Putra Altar dan Putri Sakristi menjenguk kehidupan para seminaris di Seminari Menengah Wacana Bhakti.

Seksi Panggilan Paroki Tangerang juga merencanakan, suster, frater, dan seminaris diajak datang dan tinggal di rumah-rumah umat. Menurut Dimas, kunjungan balik ini sangat penting, karena justru di situlah bisa terjalin komunikasi lebih mendalam.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*