Artikel Terbaru

Petrus Agus Herjaka: Jalan Salib Bersama Wayang

Lukisan wayang: Herjaka bersama wisatawan asal Jerman.
[NN/Dok.Pribadi]
Petrus Agus Herjaka: Jalan Salib Bersama Wayang
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Wayang menggambarkan hidup manusia. Gambaran penderitaan dan kemulian Yesus, ia sampaikan melalui lukisan Jalan Salib versi wayang.

Pameran lukisan yang digelar pelukis Petrus Agus Herjaka “digrebek” polisi. Pameran bertajuk “Lurung Kamulyan” di Rumah Budaya Tembi Yogyakarta, pada akhir Juli tahun lalu, diminta ditunda oleh pihak berwajib. Polisi beralasan ada kelompok-kelompok masyarakat yang tidak senang dengan pameran tersebut, lantaran memasukkan unsur-unsur religi agama tertentu dalam karya seni. Demi alasan keamanan, pameran lukisan Herjaka diminta ditunda.

Herjaka menyayangkan sikap dan alasan pihak keamanan tersebut, apalagi menggunakan alasan agama. Menurutnya, pameran ini harus dilihat dari persepektif budaya, bukan agama. Herjaka pun membantah bahwa pamerannya berunsur agama. Ia mengklaim karya-karyanya lebih banyak berkisah tentang filosofi perjuangan hidup seorang manusia mencapai kemuliaan hidup.

Jalan Salib
Meskipun diminta ditunda, pameran tetap berlangsung. Pameran ini juga dihadiri Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang kala itu Romo F.X. Sukendar Wignyosumarta. Pameran menampilkan 24 karya lukisan Herjaka. Empat belas lukisan mengisahkan perjalanan Yesus menuju Golgota. Melalui lukisan-lukisan tersebut Herjaka hendak menyampaikan pesan tentang cinta sejati sebagai pondasi utama kehidupan. “Jalan kemuliaan hanya bisa dicapai melalui cinta sejati yang diperjuangkan sampai mati,” ujar ayah empat anak ini.

Empat belas lukisan Jalan Salib itu selanjutnya dipajang di Gereja Gamping pada akhir Agustus tahun lalu. Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang saat itu Mgr Johannes Maria T. Pujasumarta berkenan memberkati lukisan-lukisan tersebut.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*