Artikel Terbaru

Penakdisan Hidup

Penakdisan Hidup
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Ada rupa-rupa cara menghayati panggilan Allah. Ada yang mempersembahkan hidup seutuhnya kepada Allah dengan memilih tidak menikah. Mereka disebut rohaniwan, biarawan-biarawati, yang mengikrarkan tiga kaul: kemurnian, ketaatan, dan kemiskinan. Ada pula yang menjawab panggilan Allah dengan mempersunting seseorang sebagai teman hidup untuk sama-sama mengusahakan kesucian lewat ikatan perkawinan.

Ternyata tak hanya itu. Ada sekelompok lagi, yang oleh dorongan Roh Kudus, menghayati cara hidup yang ditakdiskan kepada Allah dengan menjalankan cara hidup dari dalam dan di tengah masyarakat.

Dalam sejarah Gereja, institut sekulir pertama kali diakui oleh Paus Pius XII melalui konstitusi apostolik Provida Mater Ecclesia pada 2 Februari 1947. Pengakuan akan corak hidup ini kemudian diteguhkan lagi dalam dokumen Konsili Vatikan II. Dalam Perfectae Caritatis, art. 11 tertulis: “Serikat-serikat sekular mencakup pengalaman nasehat-nasehat Injil yang sesungguhnya, lengkap, dan diakui resmi oleh Gereja, di tengah masyarakat. Pengalaman itu merupakan pentakdisan kepada Allah bagi pria maupun wanita, awam maupun rohaniwan yang tetap hidup di tengah masyarakat”.

Di tengah gegap gempita dunia, masih ada orang-orang yang memilih jalan hidup berbeda; tak larut dalam hingar-bingar dunia. Orang-orang ini bisa jadi yang disebut Yesus, “karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia,” (Yoh 17:14). Dunia dipandang sebagai tempat untuk menunaikan perutusan mereka untuk menguduskan dunia.

Cara hidup mereka menjadi kesaksian tak terbantah akan keutamaan Kristiani, yaitu hidup yang dikonsekrasikan demi kemuliaan Allah. Maka bukan lagi kuantitas, melainkan kualitas hidup sebagai pengikut Kristus yang mengungkapkan dan melaksanakan pembaktian diri dalam kegiatan kerasulan. Bagaikan ragi, mereka berusaha meresapi segala sesuatu dengan semangat Injili untuk memperkokoh dan memperkembangkan Tubuh Kristus.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 50 Tanggal 11 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*