Artikel Terbaru

Misi di Ladang Keberagaman

Romo Elis Handoko SCJ memberi pelatihan untuk animatoranimatris misioner di Dekanat Kerom, Keuskupan Jayapura.
[NN/Dok.Pribadi]
Misi di Ladang Keberagaman
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comGereja hadir dan bertahan hingga kini berkat misi. Aneka tantangan menjadi peluang misi di berbagai Keuskupan.

Banyak umat menganggap karya misi merupakan tanggung jawab “orang berjubah”. Padahal dalam Dekret Ad Gentes artikel 36 menyebutkan, “Hendaknya semua putra Gereja mempunyai kesadaran yang hidup akan tanggung jawab mereka terhadap dunia, memupuk semangat Katolik sejati dalam diri mereka, dan mencurahkan tenaga mereka demi karya mewartakan Injil.”

Pernyataan dokumen itu amat jelas, tanggung jawab misioner merupakan tugas semua umat, bukan hanya uskup, imam, bruder, suster, frater, dan katekis. Saat Perayaan Hari Minggu Misi Sedunia tahun lalu, Paus Fransiskus menandaskan, semua anggota Gereja dipanggil untuk memberitakan Injil dengan kesaksian hidup mereka. Tahun ini, bertepatan dengan Yubileum Kerahiman Allah, Paus lagi-lagi mengajak semua umat untuk “pergi keluar” dan menyampaikan kelemahlembutan serta belarasa Allah kepada seluruh umat manusia.

Konsekuensi Misi
“Pergi keluar” seperti amanat Paus mengandung konsekuensi berani meninggalkan zona nyaman. Keberanian menanggalkan kenyamanan dan kemapanan itulah yang menjadi “humus” sehingga Gereja bisa tumbuh di berbagai Keuskupan hingga kini. Harus diakui perjalanan dan karya misi itu amat dinamis. “Ada pasang surut,” tulis Suster Getrudis Seuk ALMA dalam surat elektroniknya.

Direktur Diosesan (Dirdios) Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Agung Merauke (KKI-KAME) itu memuji kegigihan para misionaris perdana di Tanah Papua. Banyak Gereja tumbuh berkat keberanian, keuletan, dan ketekunan mereka yang sejak 1905 menabur benih-benih Kabar Gembira di wilayah berjuluk “Paradise Island” ini.

Pewartaan Injil oleh para misionaris perintis terus dilestarikan hingga kini. Selain mewartakan Kabar Gembira, berbagai karya lain juga menjadi perhatian serius Gereja. Fokus perhatian KAME sekarang adalah meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*