Artikel Terbaru

Kita Diundang Bermisi

Kita Diundang Bermisi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comMelalui Sakramen Baptis, seseorang menjadi murid Kristus. Karena itu, ia mendapat mandat misioner; mewartakan Injil ke tengah bangsa-bangsa.

Tanpa misi, Gereja mati. Gereja lahir dan hidup untuk diutus. Misi melahirkan Gereja dan Gereja meneruskan misi. Dekrit Ad Gentes art. 2 menyatakan, “Pada hakikatnya Gereja peziarah bersifat misioner, sebab berasal dari perutusan Putra dan perutusan Roh Kudus menurut rencana Allah Bapa.” Mandat misioner untuk mewartakan Injil dan keselamatan Kristus (bdk. Mat 28:19-20; Mrk 16:15 st) ditaati Gereja dalam bimbinganRoh Kudus.

Untuk karya misi ini, Kongregasi Suci Penginjilan Bangsa-bangsa mengangkat lembaga khusus, yakni Karya Kepausan (Pontifical Mission Societies) untuk mengkoordinasi serikat-serikat misi kepausan. Karya Kepausan ada di setiap negara, termasuk di Indonesia, yang dikenal sebagai Karya Kepausan Indonesia (KKI). Karya Kepausan bertanggung jawab atas empat serikat misi, yaitu Serikat Kepausan Pengembangan Iman, Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami), Serikat Kepausan St Petrus Rasul Pengembangan Panggilan, dan Serikat Kepausan Kesatuan Misioner.

Saat ini adalah kairos, saat yang istimewa, saat yang penuh berkat untuk bertindak. Mengapa? Karena pada 2016 ini bersamaan dengan Tahun Yubileum Agung Kerahiman, Gereja merayakan Hari Minggu Misi ke-90 yang dikoordinasi Serikat Kepausan Pengembangan Iman, sekaligus seabad Serikat Kepausan Kesatuan Misioner yang dirintis dan didirikan Beato Paolo Manna.

Pada 14 April 1926, Paus Pius XI menetapkan setiap Minggu terakhir Oktober sebagai Hari Minggu Misi Sedunia. Oktober menjadi Bulan Misi yang setiap pekannya dipersembahkan demi kemajuan gerak misi Gereja. Pekan pertama difokuskan pada doa untuk misi. Pekan kedua menjadi pekan kurban bagi misi. Pekan ketiga merupakan pekan penggalangan dana untuk mendukung gerak misi. Pekan keempat dipersembahkan sebagai pekan syukur dan terima kasih atas panggilan misioner.

Pada Hari Minggu Misi inilah saat yang tepat untuk memupuk dan membarui semangat serta komitmen misioner kita sebagai umat beriman dalam gerak misi Gereja Universal. Hari Minggu Misi menjadi kesempatan emas untuk berbagai kegiatan animasi, edukasi, dan formasi misioner di tiap-tiap keuskupan, paroki, dan kelompok-kelompok jemaat gerejawi. Tujuannya adalah membangun kesadaran bermisi, meningkatkan solidaritas, dan kerjasama misioner, baik dalam doa dan derma untuk mendukung karya misi.

Di samping itu, gerak misi Gereja merajut dialog-dialog dan kerjasama lintas iman untuk bersama-sama mewujudkan kebaikan bersama yang akhir-akhir ini tercabik-cabik karena isu SARA, misal di Keuskupan Agung Semarang diadakan pekan misi yang dikemas dalam rangkaian gelar budaya bersama dengan umat beragama lain. Begitu pula di beberapa keuskupan lain.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*