Artikel Terbaru

Kakek Ingin Menikah Lagi

Kakek Ingin Menikah Lagi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSaya duda berusia 50 tahun. Istri saya meninggal dua tahun lalu. Pernikahan kami dikarunia seorang anak. Kini, dia sudah berkeluarga dan memiliki dua buah hati. Hampir setengah tahun ini, saya dan anak bersitegang lantaran saya ingin menikah lagi. Saya jatuh cinta dengan janda (karena suami meninggal) beranak dua. Anak saya tak setuju. Alasannya, saya telah tua bahkan dipanggil kakek. Saya katakan kepadanya, secara hukum Gereja, saya tak ada halangan. Saya juga tak bisa sendirian di rumah. Saya pun tak ingin merepotkan keluarga dia, hanya untuk menemani kesendirian saya. Jujur, saya juga masih membutuhkan hubungan biologis (seks). Saya harus bagaimana? Mohon saran.

F. X. Edi, Lampung

Salam Pak F.X. Edi. Tak sedikit orang yang mengalami masalah seperti Bapak. Namun amat jarang orang yang berani membagikan pengalaman seperti yang Bapak hadapi. Saya prihatin keinginan Bapak untuk menikah lagi tak disetujui oleh anak. Alasannya, Bapak memiliki dua cucu dan sudah di panggil kakek.

Usia Bapak 50 tahun, rasanya belum tua meskipun sudah memiliki cucu. Berdasarkan masa perkembangan psikologis, menurut Elizabeth B. Hurlock, Bapak masih tergolong masa dewasa madya (middle adult hood). Ia menggolongkan usia masa dewasa madya antara 40-60 tahun. Karena itu, wajar bila Bapak masih memiliki dorongan biologis, merasa kesepian, dan jatuh cinta lagi setelah istri meninggal dunia.

Kami salut dengan pemikiran Bapak yang tidak ingin merepotkan keluarga anak, demi menemani atau mengurus kesendirian Bapak. Meskipun dari pemikiran anak, hal itu tidak akan merepotkan, bahkan kewajibannya untuk mengurus Bapak, yang telah membesarkan dan mendidik anak semata wayang.

Masalah yang Bapak kemukakan tak ada alasan anak tak setuju Bapak menikah lagi, selain karena usia dan status Bapak sebagai kakek. Saya bertanya-tanya, mungkinkah ada alasan tertentu yang tak terucapkan anak, misal merasa diabaikan atau takut bila Bapak menikah lagi, perhatian dan kasih sayang Bapak kepadanya berkurang atau hilang sama sekali.

Kemungkinan lain, anak merasa kasihan, Bapak akan repot karena memikirkan dan mengasuh dua anak dari perempuan yang ingin dinikahi, yang sudah bukan masanya Bapak. Oleh karena itu, kemungkinan-kemungkinan itu perlu ditanyakan lagi kepada anak.

Penting bila Bapak akan menikah lagi, jangan terlalu tergesa-gesa. Ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dengan matang. Pertama, sebelum mengambil keputusan menikah lagi dan tanggapan anak, pikirkan untung rugi bila akan menikah lagi dari sisi Bapak dan anak. Jangan hanya demi kepentingan pribadi maupun kebutuhan biologis semata-mata.

Kedua, gali kembali alasanalasan lain mengapa anak tidak menyetujui Bapak untuk menikah lagi. Sehingga Bapak bisa memberi penjelasan kepada anak, dan ia merasa nyaman. Ketiga, berilah anak kesempatan untuk mengenal lebih dalam calon istri Bapak dan keluarganya. Begitu pula sebaliknya, calon istri Bapak perlu mengenal anak, menantu, dan cucu. Dengan saling mengenal antarkeluarga, ketakutan anak akan hilang dan memberi rasa nyaman untuknya. Namun dengan catatan bila anak Bapak tak setuju setelah mengenal calon istri Bapak, maka Bapak bisa mengusulkan calon lain. Jangan memaksakan diri. Demikan saran saya. Semoga yang menjadi harapan Bapak diberkati oleh Tuhan.

Haryo Goeritno

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 46 Tanggal 13 November 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*