Artikel Terbaru

Rumah Pembinaan Fransiskan Nagahuta: Rumah Bagi Jiwa Kosong

Pembukaan Sinode Keuskupan Agung Medan di RPF Nagahuta.
[HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]

HIDUPKATOLIK.comRumah Pembinaan Fransiskan (RPF) tak saja melayani sesama Katolik, tetapi juga agama lain sesuai spiritualitas St Fransiskus Assisi. Karena semua bersaudara dan beriman kepada Allah yang tunggal.

Dilarang menangkap “saudara burung”. Sebuah tulisan terpampang di gapura ketika memasuki halaman Rumah Pembinaan Fransiskan (RPF) Nagahuta. RPF Nagahuta terletak di Desa Nagori Bosar, Kecamatan Panombeian Panei, Pematangsiantar, Sumatera Utara. Masyarakat sekitar RPF Nagahuta sangat paham tulisan ini. Setidaknya tulisan ini memberi pesan, “Jangan menangkap atau membunuh makhluk hidup yang ada di RPF Nagahuta, karena kita saudara,” ujar Anton, sang penjaga taman di RPF Nagahuta.

Para pengunjung RPF Nagahuta akan dibuat terpukau dengan keindahan alam di tempat ini. Pohon-pohon rimbun, tak ada suara bising kecuali kicau burung di dahan-dahan pohon itu. Selain bangunan gedung, susunan batu dan bata merah yang menjadi dinding-dinding pembatas area RPF Nagahuta turut menyumbang suasana teduh. Selain sebagai tempat pembinaan para pengikut St Fransiskus Assisi, RPF Naga-huta juga menjadi oase rohani di tengah rutinitas pekerjaan yang menjenuhkan. Tidak saja kaum berjubah yang butuh oase rohani, tetapi juga awam, baik yang Katolik maupun umat beragama lain.

Untuk mencapai RPF Nagahuta bisa menempuh perjalanan darat sekitar tiga jam dari Medan. Para pengunjung bisa memakai jasa angkutan yang mudah di dapat dari Medan, seperti Bus Intra, Bus Paradep, atau Bus Sejahtera. Ongkos perjalanan antara Rp 50.000 sampai Rp 150.000. Angkutan tersebut akan melewati beberapa kota, seperti Tanjung Morawa, Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, Dolok Merawan, berakhir di Pematangsiantar. Sesampai di Pematangsiantar, pengunjung bisa naik ojek dari depan gedung Resimen Induk Komando Daerah Militer Pematangsiantar menuju RPF Nagahuta dengan jarak tempuh sekitar tiga kilometer.

Spirit Fransiskan
RPF Nagahuta merupakan rumah retret yang dipadu dengan arena outbond dan dikelola Ordo Saudara Dina Kapusin (Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum/OFMCap) Provinsi Medan. RPF Nagahuta diresmikan pada 22 Februari 1994 oleh Uskup Agung Medan kala itu Mgr Alfred Gonti Pius Datubara OFMCap. RPF Nagahuta berdiri di area 12 hektar. Dalam area tersebut terdapat beberapa bangunan, seperti Biara (Fraternitas) Kapusin Kamerino, Biara Kapusin St Feliks Kantalisia, Studio Pemancar Radio Karina 98,0 FM, Kantor Kapusin Provinsi Medan, Rumah Pelayanan Psikofispiritual St Pio Pietrelcina (RPP St Pio), serta biara Ordo Suster Fransiskanes (OSF).

RPF Nagahuta menyediakan beberapa fasilitas yang bisa digunakan selama retret atau outbond. Ada juga Kapel Pace e Bene dengan dua ruang doa kecil di samping kiri dan kanan. Di belakang Kapel ada Ruang Adorasi yang setiap hari hampir tak sepi pengunjung, baik Komunitas Legio Mariae maupun dari Komunitas Tritunggal Mahakudus. Di depan Kapel terdapat Gua Maria dengan pelataran yang cukup luas. Mereka yang sedang olah rohani di RPF Nagahuta bisa mampir berdoa Rosario. Ada pula sebuah patung Bunda Maria berukuran lima meter berdiri persis di tengah area RPF Nagahuta. “Patung ini sebagai lambang bahwa Bunda Maria akan selalu menyertai kita,” ungkap Direktur RPF Nagahuta Pastor Sergius Wijaya OFMCap.

KOMENTAR ANDA:

1 Comment

  1. Pria 39 th.Khatolik.SIM B1,Cari kerja sbg driver,Bisa Matic,Manual,hafal Jalan Jabodetabek,biasa Bawa mobil Mewah,Domisili jelas dan rumah sendiri,sdh berkeluarga,Hp.085781242628
    Terima Kasih,Majalah Hidup,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*