Artikel Terbaru

Menyembuhkan Luka

HIDUPKATOLIK.com – Sejak 8 Desember 2015, Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda hingga 20 November 2016, Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, Paus Fransiskus mencanangkan Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah. Bapa Suci mengajak Gereja Katolik Universal untuk merefleksikan dan menghayati kerahiman atau belas kasih Allah kepada manusia. “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Luk 6:36).

Selama setahun, umat diajak meneladan Bapa yang mengasihi dan mengampuni tanpa batas. Pengampunan menjadi wujud kasih penuh kerahiman yang paling nyata. Selain itu, umat diundang untuk peduli dan membantu mereka yang miskin, tersingkir, mengalami kesusahan, dan berbeban berat. Melalui bulla Misericordiae Vultus (Wajah Kerahiman), Bapa Suci berharap, umat menghindarkan diri dari tindakan yang menjauhkan diri dari rahmat Allah, misal melakukan tindakan kriminal dan korupsi.

Kita mesti menggeser pandangan yang selama ini mengungkung diri bahwa kebahagiaan itu hadir karena kelimpahan uang dan kekayaan. Pandangan yang menjadi peluang untuk tindak korupsi. Kita mesti berjuang untuk memberantas korupsi yang muncul sebagai akibat keserakahan diri. Korupsi semacam ini mengabaikan hak orang lain, terutama kaum lemah, miskin. Paus menandaskan, “Luka-luka bernanah (buah dari korupsi) ini merupakan dosa berat yang berteriak ke surga untuk mendapatkan pembalasan. Luka itu mengancam dasar-dasar kehidupan pribadi dan sosial. Korupsi mengakibatkan kita tidak mampu melihat masa depan dengan penuh harapan. Keserakahan itu telah menghancurkan harapan kaum lemah dan menginjak-injak orang paling miskin di antara kaum miskin” (Misericordiae Vultus no 19.2).

Tahun Kerahiman Allah telah ditutup, namun “pintu Kerahiman Allah” senantiasa terbuka. Kasih dan pengampunan tanpa batas dari Allah membentang luas bagi kita. Semoga kehadiran kita senantiasa menampilkan wajah belas kasih Allah dan bisa menyembuhkan “luka-luka bernanah” itu.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 51 Tanggal 18 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*