Artikel Terbaru

Keputusan-keputusan Sidang KWI 2016

Konferensi pers penutupan Sidang KWI 2016. Ki-Ka: Mgr Antonius Bunjamin OSC, Mgr Ignatius Suharyo, dan Romo Guido Suprapto.
[HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]
Keputusan-keputusan Sidang KWI 2016
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSidang Tahunan KWI sudah selesai. Para Uskup minta kepada umat Katolik untuk sama-sama memberantas korupsi. Beberapa keputusan penting juga diambil dalam sidang ini.

Sidang Tahunan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 2016 berlangsung dari Senin-Kamis, 31/10-10/11. Penutupan Sidang KWI bertepatan dengan perayaan Hari Pahlawan. Menurut Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr Ignatius Suharyo, penutupan sidang KWI yang bertepatan dengan Hari Pahlawan bukan sebuah kebetulan. Ada pesan menarik di sana. Para pahlawan telah menunjukkan perjuangan hidup dalam membela bangsa. “Gereja ingin memikul tanggung jawab sejarah itu dengan cara yang berbeda, yaitu menyuarakan stop korupsi,” kata Mgr Suharyo.

Kendati demikian, Mgr Suharyo sadar bahwa usaha pemberantasan korupsi bak benang kusut, saling terkait, bahkan membentuk tali-temali yang tidak jelas ujungnya. Dorongan untuk korupsi muncul bisa karena gaya hidup yang tidak seimbang dengan penghasilan, sifat tamak, tidak puas dengan apa yang ia miliki, serta sikap moral di mana iman sangat lemah. Namun yang pasti, “Korupsi membuat banyak orang tidak tahu malu dengan memanfaatkan jabatan, kedudukan dan kesempatan memperkaya diri” (Surat Gembala Prapaskah KWI, 1997).

Melanjutkan tugas para pahlawan, umat Katolik harus berani mengatakan “Stop Korupsi”. Pemberantasan ini dapat dilakukan melalui gerakan bersama dalam sebuah sistem yang transparan, akuntabel, dan kredibel. “Dengan begitu, kita bisa menjadikan anti korupsi sebagai habitus baru dalam kehidupan kita,” tegas Mgr Suharyo.

Pesan Natal PGI-KWI
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan KWI mengeluarkan Pesan Natal Bersama 2016 dengan tema “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud (Luk.2:11)”. Pesan ini berangkat dari refleksi iman bahwa setiap merayakan Natal hati kita bersukacita karena Allah berkenan turun ke dunia dan masuk dalam hiruk-pikuk kehidupan. Sekretaris Jenderal KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC dalam konferensi pers di lobby Kantor KWI Jakarta, Kamis, 10/11, mengatakan, paling penting dalam pesan Natal tahun ini adalah kata “hari ini”. Artinya, pesan ini mau mengingatkan semua orang Kristen bahwa hari ini adalah hari keselamatan. “Dalam konteks berbangsa, keselamatan merujuk pada berkembangnya infrastruktur bangsa, demokrasi yang elegan, serta sikap anti korupsi,” jelas Mgr Antonius.

Sambut Pilkada
Selain seruan pastoral tentang korupsi dan Pesan Natal 2016, Sidang KWI juga mengeluarkan Seruan Pastoral menyambut Pilkada yang diagendakan berlangsung pada Februari 2017. Pada kesempatan itu, bangsa Indonesia akan menyelenggarakan Pilkada serentak untuk kedua kali di tujuh provinsi, 18 kota, dan 76 kabupaten. Pilkada ini seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkokoh bangunan demokrasi dan upaya nyata mewujudkan kebaikan bersama.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*