Artikel Terbaru

Mendorong Anak Aktif di Gereja

HIDUPKATOLIK.comPengasuh yang budiman, saya seorang ibu, punya dua anak perempuan. Saya aktif di beberapa komunitas di Paroki. Namun amat berbeda dengan kedua anak saya, mereka lebih memilih sering berada di rumah. Seringkali teman-teman di Paroki melempar aneka pertanyaan kepada saya, “Anakmu yang mana? Kok putri-putrimu tak pernah terlihat di Paroki seperti kamu? Anakmu ikut kegiatan apa saja di Paroki?” dan sebagainya.

Saya sudah beberapa kali mendorong anak-anak bergabung dengan teman-teman mereka di Paroki, tapi mereka bergeming. Mohon bantuan, bagaimana anak-anak saya bisa tergerak aktif di Paroki?

Caroline Susanti, Depok

Ibu Caroline, banyak orangtua mengalami kejadian seperti Ibu. Banyak faktor yang mempengaruhi anak kurang berminat untuk berkegiatan di Gereja. Pertama, kondisi di sekolah. Banyak waktu mereka yang terpakai selama di sekolah, misal ekstrakurikuler, pelajaran tambahan, aneka kursus, dan sebagainya. Tenaga mereka mungkin terkuras untuk itu sehingga enggan menambah ke giatan lain, termasuk acara di Lingkungan, Wilayah, dan Gereja.

Kedua, kegiatan di Gereja kurang variatif sehingga anak tidak tertarik mengikuti kegiatan di sana. Ketiga, situasi di Gereja berbeda dengan situasi di sekolah. Di Gereja, anak bertemu dengan temannya hanya pada hari tertentu. Mereka butuh penyesuaian diri dan lingkungan karena jarang bertemu. Tapi di sekolah, anak-anak bertemu hampir setiap hari. Intensitas perjumpaan saling mempererat pertemanan.

Keempat, tidak ada kewajiban dari pihak Gereja yang mengharuskan anak-anak berkegiatan di Gereja. Apalagi tidak ada sanksi untuk itu. Berbeda ketika di sekolah, tak hanya diwajibkan, ada juga sanksi untuk para siswa yang mangkir.

Kelima, orangtua sengaja tak melibatkan anak-anak mereka dalam kegiatan Gereja. Alasan mereka agar anak memfokuskan diri pada pelajaran sekolah. Tentu masih ada faktor selain ini.

Tidak ada yang perlu dipersalahkan bila anak tidak aktif di Gereja, meski Ibu sudah mendorong anak-anak. Bila ada pertanyaan dari teman-teman seperti yang Ibu utarakan, silakan menjelaskan alasan anak-anak serta kondisi mereka dan alasan Ibu.

Ada beberapa cara, yang mungkin dapat Ibu gunakan untuk mendorong anak terlibat di Gereja. Tetapi cara ini belum tentu juga efektif karena bagaimanapun juga, dorongan dan semangat untuk mengikuti kegiatan di Gereja mestinya datang dari kesadaran pribadi dan pilihan atau kehendak bebas anak-anak.

Metode-metode itu antara lain pertama, meminta teman dekat anak di Gereja untuk mengajak anak Ibu aktif di Gereja. Bila perlu pada awal anak terlibat, mereka dijemput atau dihampiri. Sangat baik bila temannya itu sudah amat dekat dan kenal baik dengan anak Ibu.

Kedua, meminta anak agar mengantar dan menjemput Ibu saat di gereja. Begitu anak sampai, ajaklah masuk ke lingkungan gereja dan perkenalkanlah ia dengan teman-teman Ibu. Bisa juga mengajaknya ngobrol lama di sana. Dengan begitu, harapannya, anak Ibu kelak tidak asing lagi dengan lingkungan gereja dan syukur jika merasa nyaman serta betah di sana.

Ketiga, bila anak Ibu memiliki talenta yang berguna untuk Lingkung an, Wilayah, atau Paroki, seperti musik, dekorasi, dan lain-lain, ajaklah ia agar terlibat bersama Ibu saat kegiatan itu. Posisikanlah ia sesuai dengan talenta yang dimilikinya. Niscaya ia akan senang melakukan atau menjalankan kepercayaan yang Ibu berikan.

Semoga saran ini bermanfaat. Sekali lagi, mendorong anak agar mau mengikuti kegiatan Gereja pertama-tama berangkat dari kesadaran pribadinya, bukan karena paksaan atau ambisi orangtua semata.

Haryo Goeritno

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 47 Tanggal 20 November 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*