Artikel Terbaru

Martinus Rato Helmon: Motor Pembangunan Desa

Martinus Rato Helmon saat menerima Frans Seda Award 2016.
[NN/Dok. Unika Atma Jaya]
Martinus Rato Helmon: Motor Pembangunan Desa
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comMeski peluang usaha di kota sangat terbuka, Martin memilih kembali ke desa. Ia ingin berkarya bagi masyarakat. Karyanya diganjar Frans Seda Award 2016.

Awal Oktober silam, Martinus Rato Helmon menerima penghargaan Frans Seda Award (FSA) 2016. Frans Seda Award merupakan penghargaan bagi insan muda Indonesia di bidang pendidikan dan kemanusiaan. Penghargaan ini bukanlah hal yang baru bagi Martin, sapaannya. Pada 2014, ia telah masuk dalam nominasi sepuluh terbaik Frans Seda Award di bidang kemanusiaan.

Martin adalah pendiri Yayasan Kita Cinta Indonesia (YKCI), yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Martin juga merintis beberapa organisasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, baik lewat pendidikan maupun ekonomi.

Menurut dewan juri Frans Seda Award yang dike tuai Totok Amin Soe fijanto, Martin menginspirasi banyak warga Indonesia agar senantiasa melaksanakan karya nyata dengan mendedikasikan diri untuk Tuhan dan Tanah Air. Ini sebagaimana semangat dan citacita Frans Seda.

Keputusan Berat
Martin lahir di Mukun, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ayahnya seorang guru sekolah dasar. Sejak kecil, kata Martin, sang ayah mendidik dia untuk terlibat aktif dalam kegiatan masyarakat. Seperti sang ayah yang suka bermusik, Martin juga memiliki bakat seni. Martin pandai memainkan piano, gitar, dan keyboard. Acapkali ia mempersembahkan talenta bermusik itu dalam kegiatan Gereja.

Semua itu, lanjut Martin, membuat ia mudah berbaur dengan masyarakat. Tak hanya bakat di bidang seni, di bidang akademis pun ia menunjukkan prestasi. Memasuki bangku SMA, Martin diterima di Seminari St Yohanes Paulus II Labuan Bajo, Manggarai Barat.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*