Artikel Terbaru

St Inocencia dari Guadalajara (1771-1786): Jadi Martir di Tangan Sang Ayah

Seorang peziarah berdoa di depan jazad St Inocencia dari Guadalajara.
[michaelbaisdennow.com]
St Inocencia dari Guadalajara (1771-1786): Jadi Martir di Tangan Sang Ayah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comHidupnya sangat singkat, namun ia menunjukkan kerinduan besar kepada Ekaristi. Ia dibunuh sang ayah karena menerima Baptis Katolik dan Sakramen Ekaristi.

Seorang peziarah asal Amerika berteriak ketakutan. Teriakannya membuat panik semua peziarah yang berada di Basilika St Maria Assumpta Jalisco, Guadalajara, Meksiko. Seperti dilansir The Daily Mail, 25 September 2016, ketika ia hendak merekam wajah St Inocencia, tiba-tiba St Inocencia mengedipkan matanya. Padahal jazad St Inocencia telah 300 tahun disemayamkan di Basilika Guadalajara. “Ini sebuah mukjizat. Dia mengedipkan mata berulangkali kepadaku,” ujar peziarah yang tidak menyebutkan namanya itu.

Video kedipan mata St Inocencia lalu diunggah ke youtobe. Kini video itu telah ditonton lebih dari 1.800 pengunjung. Semenjak video itu beredar, banyak peziarah mendatangi basilika tersebut. Tujuan ziarah mereka, selain penasaran ingin melihat jazad St Inocencia, juga berdoa lewat perantaraannya. Banyak peziarah mendapatkan apa yang mereka inginkan, lebih-lebih soal keturunan. “Ini adalah salah satu keajaiban yang dibuat St Inocencia,” ujar Uskup Agung Guadalajara, Kardinal José Francisco Robles Ortega.

Didikan Legioner
Sangat sedikit catatan tentang Inocencia. Ia lahir dengan nama Roman Inocencia Bares di Roma pada 1771. Nama Roman digunakan sebagai namanya karena ibunya keturunan Romawi. Kedua orangtuanya memberinya nama Inocencia, yang dalam Bahasa Spanyol berarti “Tidak Berdosa”. Dengan nama ini, keluarganya berharap Inocencia tumbuh menjadi anak yang hidup dalam kesucian.

Orangtua Inocencia cukup terpandang di masyarakat. Ayahnya seorang bangsawan asal Meksiko. Konon, ayahnya masih berdarah legioner–infantri Romawi. Meski berdarah bangsawan, ada satu kekurangan besar yang susah dibendung sang ayah, yakni sifat temperamental. Semua keinginan sang ayah harus diikuti Inocencia.

Oleh karenanya, Inocencia dididik sang ayah dengan disiplin bangsawan dan semi legioner. Gaya didikan ini kadang membuatnya frustrasi. Bahkan, Inocencia juga menjadi tak punya banyak teman. Hanya segelintir yang berteman dengannya; itupun dibayangi ketakutan akan sang ayah. Ini kadang membuatnya merasa kesepian.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*