Artikel Terbaru

Kerahiman Allah Mesti Dinyatakan

Justinus Sigit Prasadja SJ
[NN/Dok.HIDUP]

HIDUPKATOLIK.com – Menjadi anak-anak Allah yang mempunyai ciri dan sifat seperti Allah, dengan cara membagikan kasih kepada yang lain dan berkorban bagi sesama.

Masa Prapaskah 2016 menjadi ungkapan tobat dalam konteks Tahun Yubileum Luar Biasa Kerahiman Allah. Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) pun ikut menjiwai ziarah umat pada masa ini. Dua bingkai besar itu tak bisa dilepaskan dari tema APP KAJ “Amalkan Pancasila – Kerahiman Allah Memerdekakan”.

Berikut petikan wawancara HIDUP dengan Ketua Komisi PSE KAJ, Romo Justinus Sigit Prasadja SJ:

Apa latar belakang pemilihan tema APP KAJ 2016?

Kata “Pancasila” menjadi sebuah gerakan nyata yang bisa menjembatani sedikit keruwetan yang sering terjadi di masyarakat. Pancasila masuk dalam tema perumusan Arah Dasar KAJ. Untuk pembingkai lima tahun ke depan, diambillah slogan, “Amalkan Pancasila”.

Selain itu, Pancasila sebagai pembingkai lima tahun ke depan muncul karena keprihatinan akan situasi negara dan masyarakat kita. Kebersamaan sebagai sesama anak bangsa kok compang-camping; bahkan tidak bisa lepas dari kungkungan kelompok, agama, ras, dan suku. Padahal, langkah dan cita-cita bersama kita adalah kebersamaan yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

Di sisi lain, Paus Fransiskus mengeluarkan Bulla Misericordiae Vultus tentang Kerahiman Allah. Inilah ajakan untuk menjadikan tahun ini sebagai Tahun Yubileum Kerahiman Allah. Ajakan ini bukan hanya berorientasi kepada kesucian diri kita sendiri; bukan hanya membuat kita tenteram dan nyaman bahwa Kerahiman Allah menjamin kita masuk surga; dan bukan hanya berkaitan dengan masalah devosi.

Semua itu baik. Namun, tentu saja tidak bisa berhenti di situ. Karena Kerahiman Allah telah memerdekakan kita, mengajak kita untuk merasa bebas menjadi pribadi yang sama seperti Allah sendiri, yakni dengan cara membagikan kasih kepada yang lain, pun berani berkorban bagi sesama. Hakikat kita adalah anak-anak Allah yang mempunyai ciri dan sifat seperti Allah. Allah yang Maharahim telah menginspirasi kita untuk juga bersikap rahim kepada sesama –khususnya yang sangat membutuhkan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*