Artikel Terbaru

Kerahiman, Sifat Dasariah Allah

Panduan Umat: Aneka buku yang dibagikan kepada umat KAJ dalam rangka APP terkait Tahun Kerahiman Allah.
[NN/Dok.HIDUP]

HIDUPKATOLIK.com – Masa Prapaskah di KAJ menjadi waktu menimba semangat kerahiman sesuai amanat Tahun Yubileum Luar Biasa dan Ardas KAJ. Klerus dan umat didorong melakukan aksi nyata.

Menjelang penghujung Januari 2016, kantor Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Jakarta (PSE KAJ) terlihat ramai. Perwakilan paroki seluruh KAJ datang dan pergi. Ruangan Komisi PSE pun nampak berantakan. Berbagai jenis cetakan menggunung siap dibagikan. “Ya beginilah kondisi kantor PSE, berantakan. Tapi biarlah orang tahu bahwa aktivitas dan pekerjaan kami lumayan padat mendekati Masa Prapaskah,” ujar A. Widyahadi Seputra, Koordinator Aksi Puasa Pembangunan (APP) KAJ.

Komisi PSE KAJ mencetak 100 ribu lebih buku-buku kecil sebagai pegangan umat untuk menghidupi Masa Prapaskah. Perlengkapan itu diharapkan membantu permenungan umat dalam menghayati “retret agung” selama Masa Prapaskah. Sarana-sarana itu merupakan katekese liturgis untuk lebih jelas menampilkan dua hal, yakni pengenangan atau persiapan Baptis dan pembinaan sikap tobat (Sacrosanctum Concilium, SC art.109). Masa “retret agung” ini merujuk pada istilah “masa 40 hari” (tempus quadragesimale), yang diartikan sebagai “masa puasa” –dan kini dikenal dengan Masa Prapaskah.

Kerangka Yubileum
APP KAJ yang bertema “Amalkan Pancasila – Kerahiman Allah Memerdekakan” menjadi tanggapan atas Tahun Suci (Yubileum) Luar Biasa Kerahiman Allah, yang telah dicanangkan Paus Fransiskus pada Pesta Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda, 8 Desember 2015. Rangkaian Tahun Yubileum ini akan ditutup pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam pada 20 November 2016. Bulla Misericordiae Vultus (Wajah Kerahiman) yang dipromulgasikan pada 11 April 2015, menandai persiapan Tahun Yubileum Luar Biasa.

Terkait dengan tema APP ini, Pak Wid –sapaan A. Widyahadi Seputra– menjelaskan, sebagai bagian Gereja Universal, Gereja KAJ ingin terlibat dalam Tahun Yubileum Luar Biasa. KAJ juga ingin membangun semangat inklusif bersama masyarakat Jakarta, Tangerang dan Bekasi (Jatabek) secara khusus dan rakyat Indonesia pada umumnya. Hal ini terumus apik dalam cita-cita Arah Dasar (Ardas KAJ), “… mewujudkan Kerajaan Allah yang Maharahim dengan mengamalkan Pancasila demi keselamatan manusia dan keutuhan ciptaan”. Bersama seluruh lapisan masyarakat, Gereja KAJ terlibat aktif dalam revolusi mental.

Oleh karena itu, dirumuskanlah tema APP yang sesuai dengan Ardas dan secara khusus dijiwai semangat kerahiman Allah selama Tahun Yubileum ini. “Nilai-nilai Pancasila sangat tepat dijadikan pijakan untuk membangun semangat inklusif mulai dari sila pertama untuk tahun ini, dan sila-sila berikutnya sampai tahun 2020,” katanya. Dalam pembangunan masyarakat inklusif itu, tema APP KAJ diharapkan mampu memperdalam keyakinan dan pemahaman bahwa Allah itu Maharahim dan membagikannya dalam aksi nyata kepada sesama.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*