Artikel Terbaru

Mengampuni

HIDUPKATOLIK.com – Minggu ini, Gereja Katolik memasuki masa Prapaskah. Umat diajak memperbarui diri untuk menyambut kebangkitan Tuhan. Para uskup telah mengeluarkan Surat Gembala. Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Mgr Ignatius Suharyo mengajak umat untuk menerapkan tema Ardas KAJ “Kerahiman Allah Yang Memerdekakan” dalam Surat Gembalanya.

Mgr Suharyo mengajak umat untuk mendalami kerahiman Allah supaya umat bisa merasakan kerahiman Allah. Misalnya, saat jatuh diangkat kembali oleh Allah yang Mahakasih. Juga pada waktu umat sadar akan dosa, lalu menerima pengampunan dari Tuhan maupun sesamanya.

Ajakan pertobatan mungkin dilihat sebagai sebuah ajakan klasik yang rutin diserukan dan mengarah kepada hal kerohanian saja. Umat lupa bahwa pertobatan dari sisi kesehatan ada manfaatnya. Orang yang susah mengampuni secara psikologis membuat dirinya dirundung perasaan marah, kecewa, benci, dendam, sakit hati dan perasaan negatif lain. Semuanya merugikan kesehatan jiwa dan bisa berdampak pada kesehatan fisik.

Mengampuni berkaitan erat dengan usaha membangun kembali relasi dengan sesama yang rusak. Dalam proses rekonsiliasi itu, seseorang harus berani menyelesaikan masalah secara dewasa dan mau membuka diri, juga menerima masukan.

Rekonsiliasi membutuhkan kesiapan dua belah pihak (pemberi dan penerima ampun). Kadang, ada pihak yang tidak mau memperbaiki relasi yang rusak, sehingga rekonsiliasi tidak terjadi. Bagi umat yang tidak mau mengampuni, rasa dendam dan kemarahan akan terus berkecamuk. Dalam Gereja Katolik ada Sakramen Rekonsiliasi. Dalam sakramen itu umat diajak menyesali dosa dan mohon ampun atau memberi ampun kepada sesama, sehingga terlepas dari rasa dendam dan amarah. Semoga kita bisa memanfaatkan masa ini untuk memperbaiki relasi kita dengan orang lain. Rasa dendam tidak lagi membelenggu. Hidup kita pun menjadi bebas, damai, dan sehat jiwanya. Selamat memasuki masa Prapaskah.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 6 Tanggal 7 Februari 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*