Artikel Terbaru

Panggilan Berawal dari Sedayu

Keluarga Sedayu: Keluarga Florentinus Amir Hardjadisastro dan Theodora Murni Hardjadisastro yang menumbuhkan panggilan imamat Mgr Ignatius Suharyo.
[NN/Dok.Pribadi]
Panggilan Berawal dari Sedayu
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Kebiasaan berdoa dan mengikuti Ekaristi kala kecil menjadi batu pijakan panggilan Imamat Mgr Ignatius Suharyo. Dorongan orangtua semakin mengokohkan semangat panggilannya.

Pagi tiba, matahari masih lemah gemulai di ufuk timur seolah enggan memancarkan sinarnya. Dari sebuah rumah, beberapa anak tampak bergegas ke gereja yang hanya sepelempar batu jauhnya. Dua orang dari antara mereka berjalan mendahului. Tiba di gereja mereka mempersiapkan kelengkapan Misa. Satu dari dua anak itu adalah Ignatius Suharyo. Minggu itu keduanya bertugas sebagai misdinar di Gereja St Theresia Sedayu.

Inilah secuil potret masa kecil Mgr Ignatius Suharyo di Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Kisah yang menjadi salah satu dasar panggilan Imamatnya yang sudah berusia 40 tahun.

Mgr Suharyo adalah anak dari pasutri Florentinus Amir Hardjadisastro dan Theodora Murni Hardjadisastro. Ia anak ketujuh dari sepuluh bersaudara; tiga putri dan tujuh putra. Selain dirinya, tiga saudaranya juga menempuh panggilan selibat, yaitu Romo Suitbertus Ari Sunardi OCSO (alm), Sr Christina Sri Murni FMM dan Sr Margaretha Sri Marganingsih PMY.

Di rumah nya di kompleks BPPT Kebun Jeruk, Senin, 18/1, Yohanes Subagyo, adik kandung Mgr Suharyo menceritakan kembali kenangan masa kecil mereka. “Doa adalah warna keluarga kami,” ungkapnya. Matanya menerawang jauh. Ia menggali satu-per satu kisah masa kecil bersama Mgr Suharyo.

Kata Bagyo, demikian ia disapa, setiap malam, sebelum tidur, mereka berdoa bersama. Tidak hanya mereka, kerabat dan tetangga juga ikut berdoa bersama dipimpin oleh ayah mereka.

Intensi doa mereka bermacam-macam. Namun ada satu intensi yang senantiasa terdengar. Sang ayah mendoakan rahmat panggilan. “Ada kerinduan dalam hati Bapak dan Ibu agar putra-putrinya ada yang terpanggil menjadi imam, biarawan atau biarawati,” ungkap Bagyo.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*