Artikel Terbaru

Perempuan Dalam Surat Paulus

HIDUPKATOLIK.comSaya mendapat kesan bahwa Paulus tidak suka perempuan berperan aktif dalam jemaat. Bolehkah dikatakan bahwa Paulus memandang perempuan sebagai warga kelas dua?

Bernardus Djoko Harmono, Malang

Pertama, untuk mendapatkan pandangan yang tepat tentang Rasul Paulus, kita harus membaca surat-surat Paulus secara cermat. Penafsiran sebuah perikop harus dilihat dalam konteks surat-surat yang lain, sehingga dapat diperoleh pandangan yang lebih tepat dan menyeluruh tentang Paulus. Kedua,tidak benar bahwa Paulus menilai perempuan sebagai warga kelas dua. Juga sama sekali tidak tepat menyatakan bahwa Paulus tidak menghendaki perempuan berperan aktif dalam jemaat. Kenyataannya justru terbalik, yaitu bahwa Paulus sangat menghargai dan mendorong agar perempuan berperan aktif dalam jemaat. Hal ini sangat nampak dalam ungkapan salam Paulus kepada 10 perempuan di akhir suratnya kepada jemaat di Roma (Rom 16).

Perempuan pertama ialah Febe (ay 1), yang disebut Paulus sebagai “melayani jemaat” (pelayan, Ing: deacon). Sebutan “pelayan” diterapkan Paulus juga untuk dirinya sendiri (Kol 1:23), juga untuk Timotius (bdk. 1 Tes 3:2). Jadi, Paulus memandang Febe sebagai pelayan di tingkatan yang sama dengan dirinya dan Timotius, yaitu pelayan Allah yang tertinggi dalam jemaat. Kepada jemaat di Roma, Paulus meminta mereka membantu keperluan-keperluannya (ay 2).

Perempuan kedua ialah Priska, yang disebut bersama suaminya, Akwila sebagai “teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus” (ay 3). Sebutan yang sama diterapkan Paulus juga untuk Timotius (Rom 16:11), yang mengindikasikan peran penting dalam jemaat. Priska banyak dirujuk dalam surat-surat Paulus. Menarik dicermati bahwa nama Priska disebut lebih dahulu daripada suaminya, padahal kebiasaan yang ada pada waktu itu justru istri disebut setelah suami.

Perempuan ketiga adalah Maria “yang telah bekerja keras untuk kamu” (ay 6). Pasti yang dilakukan Maria bukanlah pekerjaan kasar, tetapi berkaitan dengan karya penginjilan karena Paulus menggunakan kata kerja kopiao (Yun, artinya menginjili).

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*